Homepage
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

LIPI Kembangkan Insinerator Plasma Generasi Terbaru

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 



Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengembangkan insinerator generasi terbaru yang dilengkapi unit plasma. Insinerator ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan sampah dengan cepat melalui pembakaran yang tidak menghasilkan asap yang mencemari lingkungan.

Peneliti Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI, Anto Tri Sugiarto, mengungkapkan sampah yang kurang terkelola dengan baik menjadi persoalan klasik yang terkadang sulit dalam penyelesaian pengolahannya. Indonesia memerlukan terobosan cara pengelolaan sampah yang baik dan tepat.

“Berbagai cara pengelolaan sampah telah dilakukan, mulai dari pemilahan, distribusi, composting, recycling hingga pengolahan terpadu menjadi energi. Namun, permasalahan sampah tetap menjadi permasalahan serius,” kata Anto Diskusi Publik bertajuk “LIPI Kembangkan Teknologi Bersih Pengolah Sampah dengan Insinerator Plasma” di Jakarta, Jumat (20/11).

Salah satu solusi pengolahan sampah yang dikembangkan LIPI adalah insinerator, teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik. “Insinerator sampah mengubah sampah menjadi abu, gas sisa pembakaran (fuel gas), partikulat dan panas. Gas yang dihasilkan harus dibersihkan dari polutan sebelum dilepas ke lingkungan. Panas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai energi,” jelas Anto.

Saat ini LIPI berhasil mengembangkan insinerator generasi terbaru yang lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan. Insinerator yang selama ini ada kurang mendapat perhatian, karena gas buang hasil pembakaran dari insinerator mengandung gas polutan berbahaya bagi kesehatan.

Insinerator generasi baru LIPI dilengkapi unit plasma untuk mengolah gas buangnya. Unit plasma merupakan alat yang menggunakan metode plasma non-thermal yang menguraikan gas buang beracun menjadi tidak beracun.

“Metode plasma sendiri adalah teknologi yang menggunakan proses tumbukan elektron yang dapat mengionisasi dan menguraikan gas beracun seperti NOx. SOx, dioxin dan furan menjadi gas yang aman dan dapat dilepas ke lingkungan,” lanjutnya.

Selain mengolah sampah dengan cepat dalam jumlah banyak, insinerator plasma dapat dibuat dalam skala kecil dan besar. Insinerator skala kecil dapat ditempatkan pada depo sampah kelurahan dan kecamatan. Insinerator skala besar dapat ditempatkan di tempat pembuangan sementara terpadu (TPST) atau tempat pembuangan akhir (TPA).

Anto berharap, insinerator plasma ini menjadi solusi teknologi untuk melengkapi pengolahan akhir dari sampah. “Hasil penelitian dan pengembangan LIPI tersebut dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Inilah Penerima Apresiasi Lembaga Litbang 2017
Kamis, 14 Desember 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta-Teknology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberikan Apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailBanjir Jakarta, Banjir Pesanan?
21/08/2015 | Atang Trisnanto

Bumi pertiwi seakan tak bosan menerima bencana dari satu wilayah ke wilayah lain. Tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran lahan, dan berbagai bencana alam lain sering menyapa tanah zamrud [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek