Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Phantom4 dan Inspire1, Drone DJI Generasi Baru

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

JAKARTA - PT. Pasifik Teknologi Indonesia (PTI) hari ini meluncurkan dua tipe drone DJI generasi baru yaitu Inspire1 dan Phantom4. Peluncuran ini untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat Indonesia akan drone yang semakin hari semakin meningkat.

Director PTI, Nicko Christian mengatakan, saat ini penggunaan drone bukan sekedar untuk hobi. Drone banyak dipakai di dunia sinematografi maupun  fotografi untuk mengambil gambar maupun merekam film di lokasi yang normalnya sulit dicapai.

Dalam perkembangannya drone bisa dipergunakan dalam dunia industri agrikultur dan perkebunan untuk pemetaan lahan tanaman maupun penyemprotan pestisida. Pemerintah dan dunia militer mengaplikasikan drone sebagai alat pemantau area terpencil terutama daerah perbatasan antarnegara yang rawan konflik.

“Drone juga bisa untuk membantu memantau wilayah kebakaran, sehingga petugas pemadam kebakaran bisa melakukan tindakan yang semestinya,” kata Nicko saat acara peluncuran di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (27/5/2016).

Dengan semakin meluasnya penggunaan drone, Nicko berharap agar pengguna mentaati Peraturan Menteri Perhubungan nomer 90 tahun 2015 mengenai pengoperasian pesawat udara tanpa awak.

Dalam acara peluncuran tersebut, Marketing Manager PTI, Juan Andreas mengungkapkan bahwa DJI Inspire1 dilengkapi kamera 12mp yang mampu melakukan perputaran bebas 360 derajat. "DJI juga dilengkapi video rekaman 4K yang menghasilkan gambar lebih detail dengan resolusi 4096 x 2160 pixel. Drone ini sangat cocok bagi pengguna terutama di bidang fotografi profesional," kata Juan.

Inspire1 memiliki remote control yang mudah digunakan baik sendiri maupun berdua. Aplikasi penunjang penerbangan, return home memungkinkan drone kembali sendiri meskipun kehilangan sinyal. "Ketika kondisi baterai low batt atau disconnection, drone akan kembali ke titik awal ketika take off," terang Juan.

Sedangkan DJI Phantom4, yang merupakan generasi ke-empat, memperkenalkan teknologi VPS (Vision Positioning System) yang memungkinkan drone mendeteksi rintangan saat mengudara. “Jadi ketika mendekati obyek dia tidak akan menabrak,” lanjutnya.

Feature visual tracking menjadikan pengguna  memerintahkan drone mengikuti arah gerakan objek yang berada dalam ruang lingkup pengawasannya. Dengan mode sport, kecepatan laju Phantom4 akan meningkat sebesar 25% sehingga pengguna dapat merasakan sensasi kecepatan baru. Sebagaimana Inspire1, Phantom4 juga memiliki feature return home yang akan mengembalikan drone secara otomatis ke posisi semula.

DJI Phantom4 mampu dikendalikan dengan daya jelajah sejauh lima kilometer dengan kecepatan hingga 16 meter per detik tanpa angin, dan menjelajah vertikal enam meter per detik. Phantom4 ini bisa dioperasikan sekitar 30 menit dari awal hingga habis baterainya.

Phantom4 dijual di pasaran dengan seharga sekitar Rp 21,9 juta dengan garansi hingga satu tahun. Sementara Inspire1 dijual dengan harga sekitar Rp 28 juta. “Kedua drone ini bisa didapatkan di toko online, toko hobi maupun fotografi. Bisa juga didapatkan di channel-channel penjual CCTV di seluruh Indonesia,” terang Juan.

PT. Pasifik Teknologi Indonesia sebagai authorized distributor brand DJI di Indonesia siap memenuhi kebutuhan pasar. PTI juga berkomitmen menjadi perusahaan distribusi produk drone DJI terbesar dan terpercaya di Indonesia.

 

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenristek Dikti: Penelitian Harus Dirasakan Masyarakat
20/08/2015 | Dedi Junaedi

Dalam kunjungan kerja ke Jember,  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Prof Muhammad Nasir mengharapkan agar hasil-hasil penelitian di Indonesia  bisa berdampak baik dan m [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek