Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

M-RNA untuk Menambah Umur Biologis

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Belakangan kian banyak muncul penyakit degeneratif dan gejala penuaan (aging). Bagaimana menyembuhkannya, apakah ada solusi ampuh mengatasinya? Mungkinkah manusia bisa menambah umur biologisnya?

Ini kabar baik bagi siapa pun yang mengalamai masalah penuaan. Sebuah tim riset dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford berhasil meningkatkan ‘umur biologis’ dari sel kulit manusia. Menggunakan RNA termodifikasi (m-RNA), tim ini telah  mendemontrasikan cara memperpanjang telomer manusia setara 1.000 nukleotida. Ini setara dengan peningkatan 1/8 atau 12,5% dari potensi umur normalnya.

Menurut tim FK Universitas Stanford, panjangnya telomer pada ujung khromosom tertentu merupakan prosedur baru yang efektif dan cepat untuk meningkatkan potensi umur biologis manusia. Panjang telomer berhubungan erat dengan eksistensi penyakit menua (aging). Sel-sel manusia diterapi di lab demikian rupa sehingga tetap lebih muda dan tampak muda dibanding sel-sel normal lainnya.

Metode penggunaan RNA termodifikasi akan meningkatkan kemampuan peneliti menghasilkan sejumlah besar sel untuk studi atau pengembangan obat mengatasi berbagai penyakit dan gejala penuaan. Telomer sel-sel kulit,  dengan  metode M-RNA, dapat diperpanjang sampai 40 kali dibanding sel-sel biasa.. Para peneliti berhipotesis M-RNA dapat mengetasi gejala pemendekan telomer yang menjadi indikasi adanya penuaan.

Telomeres berperan sebagai penanda protektif dalam khromosom genom manusia. Manudia usia muda umumnya memiliki telomer sepanjang  8,000-10,000 nukleotida. Telomer-telomer ini memendek setiap kali sel membelah diri. Dan ketika panjangnya mencapai titik kritis tertentu, sel akan berhenti membelah diri atau mati. Saat itulah terjadi penuaan. Proses menuju aging  inilah yang dicoba diintervensi dengan m-RNA. Yakni mencoba memperlambat jam biologi internal.

“Kini kami menemukan satyu cara memperpanjang telomer manusia sebanyak 1.000 nukleotida. Dengan cara ini, kami berharap dapat mengatasi masalah aging,’’ kata Helen Blau PhD, gurubesar  mikrobiologi dan immunologi. Hellen Blau juga menjabat Direktur  Baxter Laboratory for Stem Cell Biology. “Ini peningkatan luar biasa dan penting dalam study pengujian obat dan pemodelan penyakit.’’ Dari hasil ini diperoleh potensi teknik m-RNA bisa menambah usia biologis 1/8 atau 12,5% dari potensi awalnya.

Dalam makalah di Jurnal  FASEB, Blau, bersama Donald E.dan Delia B., bekerja dalam tim riset postdoktoral pimpinan John Ramunas. Mereka juga melakukan kemitraan riset dengan  Eduard Yakubov PhD dari Houston Methodist Research Institute.

Para periset menggunakan m-RNA untuk memperpanjang telomeres. RNA sendiri membawa  instruksi dari gen-gen dalam DNA untuk mempabrikasi protein sel tertentu..M-RNA yang digunakan dalam eksperimen mengandung kode sekuen TERT,komponen aktif dari enzim telomerase. Telomerase dihasilkan oleh sel-sel tumbuh, termasuk sel-sel yang memproduksi sperma dan telur, untuk memastikan bahwa telomer sel tetap vital untuk membentuk generasi baru. Kebanyakan sel, bagaimana pun, menunjukkan ekspresi telomerase yang sangat rendah.

Blau dan kolega risetnya sebelumnya tertarik melakukan riset telomeres karena mendapatkan fakta riset menarik. Bahwa anak laki-laki pengidap distropi Duchenne ternyata memiliki telomer otot yang lebih pendek dari telomer otot anak lelaki normal. Faktia ini tidak hanya berimplikasi pada bagaimana sel berfungsi atau tidak berfungsi, melaikan  pada keterbatasan kemampuan bagaimana otot-otot pengidap penyakit aging itu tumbuh dan berkembang.

Untuk membuktikan hipotesisnya, para peneliti kemudian mendalami fenomena serupa pada aneka tipe sel tubuh. ‘’Meski masih tahap awal, teknik m-RNA jelas mendatangkan harapan besar dalam solusi penyakit-penyakit degenaritf dan penuaan,’’  tambah John Cooke PhD, kolega riset Blau. Secara khusus, dia mendalami otot-otot jantung.

 

Umum

article thumbnail Sebelas Institusi Deklarasikan Konsorsium Riset Samudera
Selasa, 26 September 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta, Technology-Indonesia.com – Sebelas kementerian/lembaga dan universitas sepakat mendeklarasikan Konsorsium Riset Samudera, di Jakarta, Selasa...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInovasi Teknologi untuk Mendukung Swasembada Pangan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Swasembada pangan telah menjadi isu penting pada setiap era pemerintahan di Indonesia. Orde Baru, misalnya, amat gencar mengejarnya lewat program Panca Usaha Tani, Bimmas dan  Insus. Hasilnya, swasem [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek