Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Jejak Meteor di Antartika

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

 

Menjelang akhir tahun 2014, Geofisikan Jerman menjejak fenomena tidak biasa. Dalam satu penerbangan rutin di wilayah kutub Utara, dia menyaksikan adanya jejak aneh membekas di atas hamparan es laut Antartika.

"Bercak cincin es itu seperti bekas tumbukan meteorit," ungkap Christian Müller, geofisikawan Alfred Wegener Institute dan konsultan riset Fielak Bremerhaven, Jerman. Situs New Scientist (14/1) melaporkan peristiwa langka itu terjadi pada 20 Desember 2014.

Müller  berada di Antartika untuk keperluan survei kutub yang digelar Alfred Wegener Institute. Enam hari setelah bercak es-cincin aneh pertama kali terlihat, ia dan rekannya kembali terbang di atas situs pada dua ketinggian yang berbeda, untuk memotret dan scanning in situ. Tim Ahli dari Jerman itu berteori bahwa cincin atau kawah es itu diduga sebagai dampak dari tumbukan meteorit besar yang menabrak Antartika pada tahun 2004.

Dua penelitian sebelumnya tampaknya mendukung teori tersebut. Pertama, jejak debu pernah terekam pada posisi 30 kilometer di atas Antartika pada tanggal 3 September 2004. Saat itu, Tim Australia –sebagaimana dilaporkan Nature (10/2004) berspekulasi gumpalan panjang debu itu adalah sisa-sisa dari salah satu meteoroid terbesar yang telah memasuki atmosfer bumi selama dekade terakhir.

Kedua, pada tahun 2007, tim lain yang yang menggunakan analisis data infrasonik global berhasil melacak lokasi satu dentuman besar dari meteorit sebesar ruymah pada tanggal yang sama. Mereka, sebagaimana ditulis jurnal Earth, Moon and Planets (10/2007) menunjuk adanya rak es Antartika pada lokasi sangat dekat dengan tempat Müller melihat adanya cincih kawah es tersebut.

Müller dan rekan-rekannya mengakui bahwa teori yang mereka masih perlu dikaji lebih hati-hati.  Apakah tumbukan meteor itu berdampak pada perubahan lingkungan Antartka dan iklim global? "Untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi masih memerlukan penelitian lebih lanjut,’’ tegasnya.

 

Umum

article thumbnail Sebelas Institusi Deklarasikan Konsorsium Riset Samudera
Selasa, 26 September 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta, Technology-Indonesia.com – Sebelas kementerian/lembaga dan universitas sepakat mendeklarasikan Konsorsium Riset Samudera, di Jakarta, Selasa...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenristek Dikti: Penelitian Harus Dirasakan Masyarakat
20/08/2015 | Dedi Junaedi

Dalam kunjungan kerja ke Jember,  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Prof Muhammad Nasir mengharapkan agar hasil-hasil penelitian di Indonesia  bisa berdampak baik dan m [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek