Homepage
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

 

Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari
Penerbit : Coremap-CTI, Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI
ISBN : 978-602-6504-15-9
Tebal : x + 99 halaman
Cetakan : I, Tahun 2017
 
Technology-Indonesia.com - Terumbu karang beserta biota laut memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi Indonesia. Sayang, terumbu karang merupakan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan.
 
Kerusakan terumbu karang di Indonesia antara lain disebabkan oleh sedimentasi, pencemaran perairan, penambangan karang, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, badai, dan ombak yang kuat. Penyebab lain, meningkatnya predator karang serta pemutihan karang karena meningkatnya suhu perairan akibat pemanasan global. 
 
Pemerintah melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) telah melakukan berbagai kegiatan untuk melindungi, merehabilitasi, dan mengelola pemanfaatan secara lestari terumbu karang di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
 
Program COREMAP dibagi menjadi fase pertama (2000-2004), dan fase kedua (2006-2011). Saat ini tengah berlangsung COREMAP fase ketiga lebih dikenal dengan nama COREMAP-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang dimulai sejak akhir 2014 hingga 2020.
 
Salah satu kegiatan COREMAP-CTI adalah pemantauan terumbu karang di beberapa lokasi yang menyebar mulai dari bagian barat ke timur Indonesia. Pengamatan terumbu karang yang dilakukan antara lain persentase tutupan karang hidup, pengamatan terhadap megabentos dan ikan karang.
 
Selama ini, parameter yang digunakan untuk menggambarkan kondisi terumbu karang di Indonesia hanya berdasarkan persentasi tutupan karang hidup. Semakin tinggi tutupan karang hidupnya, semakin sehat kondisi terumbu karangnya. Namun, ada kalanya dijumpai suatu lokasi dengan tutupan karang hidup yang rendah tetapi sumber daya ikan terumbu karangnya tinggi, atau sebaliknya. Karena itu, dikembangkan nilai indeks terumbu karang dengan memanfaatkan data-data hasil pemantauan COREMAP-CTI.
 
Kesehatan terumbu karang di Indonesia sangat ditentukan oleh dua komponen utama yaitu komponen bentik dan komponen ikan karang. Komponen bentik sangat dipengaruhi kondisi terkini karang hidupnya dan tingkat relisiensi-nya yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan mampu bertahan saat mendapatkan gangguan/tekanan.
 
Variabel komponen bentik meliputi persentase tutupan karang hidup, persentase pecahan karang (rubble), dan persentase tutupan freshy seaweed. Sedangkan untuk komponen ikan terumbu karang, variabel yang digunakan adalah total biomassa ikan terumbu karang dari kelompok ikan target atau ikan ekonomis penting. Meliputi, ikan dari tujuh famili yaitu Scaridae, Siganidae dan Acanthuridae, Serranidae, Lutjanidae, Lethrinidae, dan Hemulidae.
 
Indeks kesehatan terumbu karang di Indonesia dikembangkan berdasarkan data yang dihasilkan dari kegiatan pemantauan dalam kurun waktu 2014-2016. Data dikumpulkan dari 16 Kabupaten/Kota di Indonesia yang merupakan lokasi COREMAP, 6 lokasi di luar lokasi COREMAP, dan 10 lokasi Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Untuk setiap lokasi dari beberapa stasiun. Total keseluruhan sebanyak 366 stasiun di 32 lokasi pengamatan.
 
Banyaknya stasiun pengamatan yang menyebar, mulai dari bagian barat hingga timur Indonesia memberikan gambaran umum tentang terumbu karang di Indonesia. Nilai indeks kesehatan terumbu karang di Indonesia berkisar dari nilai 1-10. Semakin sehat terumbu karangnya, semakin besar nilainya. 
 
Secara umum nilai indeks terumbu karang Indonesia berada pada nilai 5, 6, atau 3. Terdapat 5 stasiun berada dalam kondisi sangat baik (nilai indeks 10), dan 14 stasiun berada dalam nilai kondisi sangat jelek (nilai indeks 1).
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Inilah Penerima Apresiasi Lembaga Litbang 2017
Kamis, 14 Desember 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta-Teknology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberikan Apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMembumikan Jembatan Teleportasi Einstein-Rosen
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Seperti kisah di novel fiksi ilmiah, ahli fisika kini berusaha merakit sebuah ‘lubang cacing’ (wormhole) magnetik untuk menjadi wahana transportasi ajaib. Menggunakan teori ‘jembatan Einstein-Ro [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek