Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Mengedit Genom Embrio Manusia, Boleh?

Penilaian Pengguna: / 7
JelekBagus 
Memasuki akhir April 2015, pakar biologi molekuler Cina Guangzhou mengejutkan masyarakat ilmiah internasional. Majalah Discovery  melaporkan,  tim riset Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou telah berhasil mengedit genom embrio manusia. Ini rekayasa genetik pertama pada embrio manusia.

Hasil riset tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Protein & Cell dan Nature terbaru. Laporan itu tentu saja menghebohkan publik ilmiah karena adanya masalah etik. Secara etis, upaya mengubah genom manusia meski dengan dalis riset masih dipersoalkan.

Dalam studi tersebut, peneliti Cina telah berusaha mengganti gen yang ditengarai menyebabkan penyakit kelainan darah  β-thalassemia. Mereka menggunakan teknik editing gen yang disebut CRISPR / Cas9 pada sel tunggal embrio manusia. Teknik ini memungkinkan peneliti dapat memotong dan memodifilkasi susunan DNA pada  lokasi yang diinginkan.

Upaya riset ‘berani’ dinilai tidak terlalu sukses. Nature melaporkan bahwa penggantian gen bermasalah dengan gen normal hanya berhasil pada sebagian kecil sampel. Dari 86 embrio yang dicoba, hanya sebagian kecil sukses. Teknik editing CRISPR  / Cas9 justru berpotensi memicu adanya  mutasi baru yang tidak diinginkan terjadi dalam genom embrio manusia.

Adanya modifikasi yang berpotensi memicu mutasi gen adalah alasan penting, mengapa modifikasi genom manusia masih diperdebatkan kebolhannya.  Salah satu kekhawatiran terbesar dari langkah  mengedit embrio manusia adalah bahwa setiap perubahan yang dibuat dapat diwariskan melalui mekanisme yang tidak dikenali sepenuhnya. Lebih mengerikan lagi, jika mutasi yang tidak dikehendaki itu justru tidak dapat diramalkan, apalagi dikendalikan. 

Untuk alasan itulah, sekitar 170 aliansi lembaga riset, perusahaan medis, akademisi dan praktisi peneliti dan kelompok pasien kemudian menyerukan moratorium riset editing genom pada embrio manusia. "Sebagai karya riset, teknik  CRISPR / Cas9  pada genom embrio manusia mungkin saja bermanfaat. Tetapi, upaya nekad ini menjadi peringatan yang berbahaya,’’ kata George Daley, seorang ahli biologi sel dari  Harvard Medical School di Boston.alt
 

Umum

article thumbnail 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Armenia
Kamis, 21 September 2017 | Setiyo Bardono

  Technology-Indonesia.com - Perayaan Hari Kemerdekaan Armenia ke 26 yang jatuh pada 21 September bertepatan dengan peringatan ke 25 hubungan bilateral Indonesia dan...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailSenin Malam, Asteroid Mendekati Bumi
15/01/2015 | Dedi Junaedi

Mulai Senin (26/1) malam, sebuah Asteroid sebesar gunung akan mendekati Bumi. Asteroid itu akan berada ada lintasan paling dekat pada jarak sekitar 1,2 juta km dari Bumi. Diperkirakan akan tetap terid [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek