Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Penilaian Kesesuaian sebagai Pilar SNI

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

KAN

Sistem perdagangan global, menuntut Indonesia untuk mampu bersaing dengan negara manapun. Karena itu, perlu ditingkatkan daya saing industri dan produk nasional yang berkualitas, hingga mampu menembus pasar negara lain, sekaligus mampu menahan masuknya produk asing.

Satu elemen penting untuk peningkatan daya saing adalah perlunya penguatan regulasi yang didukung oleh sistem penilaian kesesuaian yang kuat dan dapat dipercaya oleh semua pihak. Sebagai lembaga yang bertugas mengkoodinasikan kegiatan standardisasi nasional, Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong stakeholder untuk mengembangkan dan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Upaya BSN ini tentunya menyangkut berbagai aspek penting dalam standardisasi. Salah satunya adalah pengembangan penilaian kesesuaian sebagai pilar untuk menerapkan SNI. Penilaian kesesuaian dapat diimplementasikan oleh semua pihak yang berkepentingan pada proses, produk dan atau jasa melalui proses akreditasi dan sertifikasi.

Sesuai PP 102 tahun 2000, kegiatan akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sedangkan kegiatan sertifikasi melibatkan Lembaga Penilaian kesesuaian (LPK) yang terdiri dari lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi dan laboratorium. LPK harus memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui akreditasi KAN.

Sistem penilaian kesesuaian yang kuat akan memberikan jaminan kompetensi LPK.  Kesesuaian produk, jasa, sistem atau personel dengan persyaratan dapat meningkatkan kualitas produk/jasa dalam transaksi perdagangan.

Dalam menyambut Hari Akreditasi Dunia pada 9 Juni yang bertemakan ”Supporting the work of regulator”, KAN kembali menyelenggarakan Lokakarya Nasional Penilaian Kekesuaian pada 8 - 9 Juni 2011 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Lokakarya Nasional mengusung tema “Penguatan Peran Sistem Penilaian Kesesuaian untuk Mendukung Pelaksanaan Kerjasama dan Penerapan Regulasi Teknis”. Regulasi teknis diupayakan guna menjamin keselamatan, kesehatan, keamanan dan perlindungan dengan menggunakan infrastruktur penilaian kesesuaian yang kompeten melalui akreditasi dan sertifikasi.

Menurut Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi, beberapa kementerian dan lembaga pemerintah telah membuat kebijakan dan aturan dalam pemberlakuan regulasi teknis. Namun, sistem penilaian kesesuaian yang diacu dalam beberapa regulasi masih belum harmonis dengan sistem yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Untuk itu, dalam menyusun regulasi teknis hendaknya mengacu pada prinsip-prinsip Good Regulatory Practices (GRP) sebagaimana juga telah disepakati bersama dalam Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 301.

Sistem perdagangan global pun menuntut kepercayaan, keterbukaan dan kompetensi dalam penilaian kesesuaian yang dilakukan oleh badan akreditasi yang kompeten dan diakui. Pengabaian persyaratan tersebut dapat berakibat pada ketidakmampuan produk dalam menghadapi persaingan atau bahkan penolakan  produk tersebut oleh negara tujuan ekspor.

 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenguak Misteri Tragedi AirAsia
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Apa yang terjadi dengan Air Asia QZ8501? Mengapa pesawat itu jatuh, apakah masalah teknis atau human error? Sampai hari ke-15 semuanya masih misteri. Black box yang diharapkan segera bisa menguak keja [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek