Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
invention2
Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan insentif bagi entrepreneur menjadi kendala pertumbuhan wirausaha di Indonesia. Idealnya, jumlah entrepreneur di  Indonesia adalah 2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta. Namun saat ini, enterpreneur Indonesia hanya 0,18 persen saja.

Permasalahan ini menjadi perhatian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menjadi fasilitator tumbuh kembangnya wirausaha baru berbasis teknologi. Kepala BPPT, Dr. Ir. Marzan Azis Iskandar, MEng. dalam sambutannya di "Workshop Technopreneurship" di Ruang Komisi Utama BPPT, Jakarta, Rabu (13/04) menjelaskan,"Pemerintah memiliki komitmen yang penuh dalam memfasilitasi pertumbuhan wirausaha berbasis teknologi, yaitu dengan pendirian Balai Inkubator Teknologi BPPT."

Sejak tahun 2001,  BIT BPPT didirikan untuk memberikan layanan untuk bidang usaha Agroindustri, Manufaktur, Pertanian dan Kesehatan. Selain itu BIT BPPT bertindak sebagai penghubung jaringan kerja antara tenant, lembaga litbang, perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan dunia usaha.

Kepala BIT BPPT, Dr. Bambang S. Pujantiyo memaparkan,"Inkubasi dapat menghasilkan sinergi antara teknologi dan bisnis." Bambang melanjutkan, "Inkubasi tersebut menyediakan program i-tech incubation yang terdiri dari tahapan pre-incubation, incubation, hingga pascaincubation.

Dalam preinkubasi, pemerintah melakukan sinergi kemitraan (workshop, FGD), temu bisnis (technology pull, market pull). Lalu dalam proses inkubasi,  pemerintah memfasilitasi mulai dari tempat (ruang, listrik, telepon, faksimile), trial produksi,training, mentoring, alpha test (uji konsumen),  beta test (uji jual).

Dari BIT BPPT telah melahirkan entrepreneur baru seperti Dr. Nurul Taufiqurahman, produsen mesin pembuat Nano Partikel (CV Nantotech Indonesia), dan Imsathech Engineering, yaitu produsen pengolah air berbasis membran.(ap)
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Politeknik Industri Logam Morowali Jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel
Selasa, 19 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com -  Politeknik Industri Logam Morowali digadang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMendorong Peningkatan Daya Saing Ekonomi Melalui Science & Technology Park (STP)
21/08/2015 | Dadan Nugraha SSi MT

Pemerintahan presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengagendakan salah satu program prioritas pembangunan berupa pembentukan Science & Technology Park (STP). Hal ini termuat dalam  [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek