Homepage
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kurang Mendapat Perhatian

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
Kepala P2KK LIPI, Sri Sunarti Purwaningsih menyerahkan cindera mata kepada Yanuar Nugroho dari Kantor Staf Presiden dalam acara Temu Mitra di Jakarta, Rabu (29/11/2017)
 
Jakarta, Technology-Indonesia.com - Kajian ilmu sosial dan humaniora memiliki beragam tantangan terutama saat dipertanyakan sumbangsihnya. Padahal, ilmu sosial dan humaniora memiliki peran signifikan, khususnya dalam pembuatan kebijakan pemerintah.
 
Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih mengatakan dari konteks keilmuan, ilmu sosial dan humaniora memiliki sifat sebagai penyeimbang karena sumbangannya tentang perubahan sosial, karakter, motivasi dan lainnya. Kontribusi hasil kajiannya pun diharapkan memberi sumbangsih dalam kesejahteraan masyarakat.
 
LIPI telah melakukan  penelitian sosial dan humaniora di bidang kemasyarakatan dan kebudayaan dengan beberapa aspek cakupan yang menjadi isu utama. Aspek tersebut meliputi agama dan filsafat, multikulturalisme, hukum dan masyarakat, serta ekologi sosial dan kesejahteraan masyarakat. Aspek-aspek ini telah didalami LIPI untuk membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
 
“Kami melakukan kajian penelitian dan mengomunikasikan pada masyarakat sebagai salah satu tanggung jawab penelitian yang didanai oleh pemerintah,” ungkap Sri dalam Temu Mitra “Kerja Bersama, Bermitra untuk Indonesia Mandiri” di Jakarta, pada Rabu (29/11/2017). 
 
Temu mitra ini  mengulas peran dan hasil-hasil penelitian ilmu sosial dan humaniora, utamanya bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Acara ini juga menghadirkan pembicara kunci, Yanuar Nugroho, Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.
 
Sri menjelaskan, penelitian sosial dan humaniora yang dilakukan LIPI terkadang tampak sederhana, namun sebenarnya hasilnya memberikan dampak yang signifikan. Sayangnya, terkadang hasil penelitian itu kurang mendapat perhatian dari para pengambil kebijakan. 
 
Untuk itu,  ia berharap para pengambil kebijakan dapat lebih memperhatikan dan menghargai masukan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. “Dengan kata lain, adanya sebuah kebijakan yang berlandaskan pada bukti ilmiah hasil penelitian. Landasan tersebut dapat mengurangi kebijakan yang memiliki kemungkinan gagal atau hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak berimbang,” jelasnya. 
 
Sri menyoroti selama ini masih terdapat kesenjangan antara apa yang dipikirkan atau yang dibutuhkan oleh stakeholders dengan apa yang dikaji. “Kesenjangan ini dikarenakan kurangnya komunikasi yang baik antara ilmuwan sosial dengan stakeholders, untuk menangkap kebutuhan stakeholders dalam penelitian yang akan dilakukan,” tuturnya.
 
Sebagai solusinya, kepekaan dan kemampuan untuk menangkap kebutuhan serta permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat dan stakeholders sangat dibutuhkan. Bila itu sudah bersinergi dengan baik, maka penerapan kebijakan akan terhindar dari gesekan yang merugikan di masyarakat. 
 
Misalnya, kasus-kasus penolakan publik atau ketidakpuasan terhadap kebijakan, seperti aksi demonstrasi hingga langkah hukum berupa gugatan judicial review bisa dihindari. “Kasus-kasus itu menyiratkan banyaknya permasalahan dalam proses perumusan kebijakan, konten kebijakan, hingga implementasinya. Artinya, kebijakan itu terkadang masih kurang memperhatikan hasil kajian penelitian,” pungkasnya.
 
P2KK LIPI memiliki empat kelompok penelitian (Kelti) yaitu Kelti Agama dan Filsafat; Kelti Multikulturalisme; Kelti Hukum dan Masyarakat; serta Kelti Ekologi Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat. Selain melakukan berbagai kegiatan, P2KK LIPI telah menghasilkan beragam hasil cetakan seperti buku hasil penelitian, policy paper, buku penulisan tunggal, kamus bahasa yang hampir punah, buku ajar muatan lokal, cerita anak dan lain-lain.
 
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Inilah Penerima Apresiasi Lembaga Litbang 2017
Kamis, 14 Desember 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta-Teknology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberikan Apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailAkselerasi Menuju Swasembada Kedelai
21/05/2015 | Dedi Junaedi

Dalam waktu tiga tahun, Pemerintahan Jokowi-JK berkomitmen untuk mengejar target swasembada pangan. Khususnya untuk tiga komoditas: beras, jagung, dan kedelai. Swasembada pangan, menurut Wapres JK,   [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek