Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Produktivitas Riset Indonesia Rendah

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Laksana Tri Handoko dalam Seminar Nasional Membangun IPTEK Bermartabat: Etos, Etika, dan Strategi, Senin (21/8/2017) di Balai Senat UGM. Foto Humas UGM
 
Technology-Indonesia.com - Deputi Ilmu Pengetahuan Teknologi  LIPI, Laksana Tri Handoko menyebutkan produktivitas penelitian di Indonesia masih sangat rendah. Dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) tahun 2015 produktivitas penelitian Indonesia berada di angka 0,02 persen. Kondisi ini jauh dari angka ideal 15 persen. 
 
“Sebenarnya dari jumlah SDM tidak terlalu kurus, tetapi produktivitasnya rendah baik publikasi maupun paten,” ungkapnya, dalam Seminar Nasional Membangun IPTEK Bermartabat: Etos, Etika, dan Strategi, Senin (21/8/2017) di Balai Senat UGM. 
 
Menurut Handoko, Indonesia memiliki peneliti yang tidak terlalu rendah. Adapun prevalensinya adalah 1.071 per satu juta penduduk. Untuk menciptakan inovasi dibutuhkan riset yang berkualitas.
 
“Karenanya penting untuk melakukan penguatan kapasitas dan kompetensi riset Indonesia,” tegasnya. 
 
Handoko mengatakan para peneliti harus memposisikan diri selalu siap berkolaborasi dengan sumber daya manusia dan alat yang dimiliki sebagai modal utama. Targetnya bisa tercipta riset kolaboratif dalam negeri atau luar negeri maupun akademis ataupun industri. Terdapat kontrol kualitas riset berlapis tanpa menambah administrasi. Selain itu terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas hak kekayanan intelektual dan lisensi.
 
Strategi pelaksanaan riset, lanjutnya, dibutuhkan untuk meningkatkan kapasistas dan kompetensi riset. Dengan begitu diharapkan nantinya mampu berkompetisi dan berkontribusi untuk menciptakan Indonesia yang maju dan berbudaya Iptek. 
 
Karena itu dibutuhkan kolaborasi dan sinergi lebih erat antara lembaga litbang dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas riset. Sinergi ini harus disertai strategi kemitraan dengan industri dan swasta. 
 
“Eksplorasi pendanaan harus dilakukan tidak hanya dari hasil akhir riset, namun juga dari proses aktifitas riset. Sementara kompetisi terbuka dan fair penting untuk meningkatkan etos sebagai bagian dari kontrol kualitas riset,” pungkasnya
 
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailSenin Malam, Asteroid Mendekati Bumi
15/01/2015 | Dedi Junaedi

Mulai Senin (26/1) malam, sebuah Asteroid sebesar gunung akan mendekati Bumi. Asteroid itu akan berada ada lintasan paling dekat pada jarak sekitar 1,2 juta km dari Bumi. Diperkirakan akan tetap terid [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek