Homepage
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Kemenristekdikti Umumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2017

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

     
    Jakarta, Technology-Indonesia.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) kembali mengumumkan pengelompokan/klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2017. Klasterisasi dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi di bawah naungan Kemenristekdikti.
     
    Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan klasterisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk di dalamnya kesehatan organisasi. Klasterisasi ini menjadi landasan bagi Kemenristekdikti untuk melakukan pembinaan serta meningkatkan kualitas perguruan tinggi. 
     
    “Klasterisasi atau perankingan perguruan tinggi ini ke depan diharapkan dapat menjadikan perguruan tinggi Indonesia semakin berkualitas,” ujar Menristekdikti seusai upacara HUT RI Ke-72 di Puspiptek Serpong, Kamis (17/08/2017).
     
    Menristekdikti mengatakan saat ini telah ada tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk 500 besar dunia yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia. Nasir mendorong ketiga perguruan tinggi ini untuk bisa merangkak naik ke 200 besar.  Sementara perguruan tinggi lain agar dapat terpacu untuk meningkatkan kualitasnya.
     
    Sesjen Kemenristekdikti Ainun Na’im mengatakan pemeringkatan perguruan tinggi telah dimulai sejak 2015. “Metode klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti memiliki perbedaan dengan metode yang digunakan beberapa lembaga pemeringkatan lain,” jelasnya.
     
    Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad menambahkan bahwa perbedaan lain metode klasterisasi yang digunakan Kemenristekdikti adalah mengenai aspek persepsi masyarakat. “Metode klasterisasi Kemristekdikti semuanya menggunakan data ril yang ada, tidak memasukkan persepsi masyarakat mengenai suatu perguruan tinggi,” terangnya.
     
    Sementara itu Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati mengatakan salah satu aspek baru yang dinilai di dalam klasterisasi perguruan tinggi tahun ini adalah mengenai pengabdian kepada masyarakat. Poin ini penting untuk dinilai untuk melihat seberapa besar kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat. 
     
    “Aspek pengabdian kepada masyarakat adalah penilaian khas dari metode klasterisasi perguruan tinggi dari Kemenristekdikti. Aspek ini tidak dinilai dalam metode lembaga perangkingan lain,” jelas Dimyati.
     
    Pada tahun 2017 ini performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari empat komponen utama, yaitu kualitas SDM; kualitas Kelembagaan; kualitas kegiatan kemahasiswaan; serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. 
     
    Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo mengatakan pada tahun ini telah dilakukan penyempurnaan meliputi beberapa perubahan/penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan masing-masing. Tiga indikator baru yang ditambahkan yaitu pengabdian kepada masyarakat, jumlah program studi terakreditasi internasional dan jumlah mahasiswa  
     
    Klasterisasi perguruan tinggi Indonesia 2017 digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok Politeknik dan kelompok non-politeknik (universitas, institut, dan lainnya). 
     
    Pada Kelompok perguruan Tinggi non-politeknik dihasilkan lima klaster dengan komposisi  klaster 1 berjumlah 14 perguruan tinggi (PT); klaster 2 (78 PT); klaster 3 (691 PT) , klaster 4 (1,989 PT), dan klaster 5 (290 PT). 
     
    Perguruan tinggi non-politeknik yang masuk klaster 1 terurut sesuai skornya adalah Universitas Gadjah Mada,  Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret,. Universitas Andalas, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Padjajaran
     
    Pada kelompok perguruan tinggi politeknik dihasilkan lima kluster dengan komposisi klaster 1 berjumlah 10 politeknik; klaster 2 (19 politeknik); klaster 3 (53 politeknik), klaster 4 (54 politeknik), dan klaster 5 (52 politeknik). 
     
    Adapun perguruan tinggi politeknik yang masuk klaster 1 terurut sesuai skornya adalah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Medan, dan  Politeknik Negeri Pontianak
     
    Diharapkan hasil klasterisasi ini dapat mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan dan memutakhirkan datanya di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD DIKTI). Selain itu, hasil klasterisasi ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang program-program pembinaan dan penguatan perguruan tinggi Indonesia. 
     
    Informasi lebih detail hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2017 dapat dilihat di http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id dengan memasukkan enam digit kode perguruan tinggi yang tercatat pada PD DIKTI Kemenristekdikti. 
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Info Produk
    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    ...
    Senin, 03 Juni 2013 14:45

    Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

    P...
    Minggu, 05 April 2015 14:09

    Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

     ...
    Sabtu, 12 September 2015 23:41
    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    ...
    Jumat, 04 Desember 2015 16:29
    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    ...
    Kamis, 10 Desember 2015 12:12
    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    ...
    Senin, 25 Januari 2016 23:07
    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    ...
    Senin, 01 Februari 2016 11:21
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek