Homepage
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Konsensus KKNI-IG Tingkatkan Kompetensi Profesional Informasi Geospasial

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Z. Abidin saat membuka FGD Konsensus Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang IG di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

    Jakarta, Technology-Indonesia.com – Indonesia sebagai negara maritim yang sangat luas membutuhkan informasi geospasial yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua ini memerlukan sumber daya manusia (SDM) bidang informasi geospasial (IG) yang kuantitas dan kualitasnya mencukupi.
     
    Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Z. Abidin mengatakan Indonesia saat ini memiliki 8.500 orang yang bekerja di bidang IG. Dari jumlah itu 7.030 orang berlokasi di Jawa. Sementara perusahaan atau industri di bidang IG berjumlah 107 dengan lokasi terpusat di Pulau Jawa. Idealnya, SDM di bidang IG sekitar 31.500 orang.
     
    “Undang-Undang No 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial mengamanatkan bahwa pelaksanaan IG yang dilakukan oleh orang perorangan, kelompok orang maupun oleh badan usaha, harus memenuhi kualifikasi tertentu melalui proses sertifikasi,” kata Hasanuddin dalam acara Focus Group Discussion Konsensus Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang IG di Jakarta, Selasa (1/8/2017).
     
    Kualifikasi yang dimaksud, lanjutnya, tertuang dalam suatu standar tertentu yang telah ditetapkan. Standar kompetensi professional IG dituangkan dalam dokumen Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang IG dan KKNI-IG. 
     
    Menurut Kepala BIG penerapan sertifikasi profesi saat ini sudah menjadi suatu keharusan, baik untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan IG nasional maupun dalam menghadapi persaingan internasional. 
     
    Kesepakatan para pimpinan negara-negara ASEAN dalam MRA (Mutual Recognition Arrangement) on Surveying menyebutkan hanya surveyor yang memiliki sertifikat kompetensi yang dapat diterima sebagai surveyor ASEAN. Dalam hal ini, kualitas sertifikasi dan kompetensi surveyor setiap anggota ASEAN akan diuji di lapangan. 
     
    “Dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dimana surveyor merupakan suatu profesi yang boleh bergerak bebas, Indonesia menjadi lirikan negara-negara tetangga. Mereka tahu, pasar geospasial terbesar adalah Indonesia. Karena itu kita harus bersiap-siap,” tegasnya.
     
    Fakta menunjukkan bahwa MRA on Surveying adalah suatu bentuk persaingan dunia dalam bidang surveying.  Karena itu konsensus KKNI-IG diharapkan dapat menghasilkan standar kualifikasi profesional IG yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi persaingan global.
     
    “Pekerjaan-pekerjaan yang ditenderkan oleh BIG selama ini yang melaksanakan dari dunia swasta atau privat terutama swasta nasional. Mulai tahun 2018 semua pelaksana IG melalui BIG SDM-nya harus yang berkompeten dan bersertifikat,” lanjutnya.
     
    Konsensus KKNI Bidang IG merupakan satu langkah penting dari sekian banyak langkah dalam rangka meningkatkan kualitas profesional bidang IG. Jika telah menjadi konsensus nasional, maka dokumen KKNI IG akan menjadi milik masyarakat IG nasional. Kepala BIG dan Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) akan segera menetapkan KKNI IG sebagai standar nasional dan wajib diacu oleh semua pihak dalam sertifikasi profesi dalam bidang IG. 
     
    “Konsekuensi dikeluarkannya SKKNI yang diikuti dengan KKNI ini tentunya nanti kita perlu harmonisasi banyak hal seperti kurikulum di lembaga pendidikan, vokasi, diploma, dan segala macam. Ini bukan pekerjaan ringan. Indonesia memang negara besar, kita tunjukkan kalau kita bisa,” pungkasnya.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Info Produk
    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    ...
    Senin, 03 Juni 2013 14:45

    Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

    P...
    Minggu, 05 April 2015 14:09

    Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

     ...
    Sabtu, 12 September 2015 23:41
    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    ...
    Jumat, 04 Desember 2015 16:29
    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    ...
    Kamis, 10 Desember 2015 12:12
    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    ...
    Senin, 25 Januari 2016 23:07
    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    ...
    Senin, 01 Februari 2016 11:21
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek