Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Konsensus KKNI-IG Tingkatkan Kompetensi Profesional Informasi Geospasial

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Z. Abidin saat membuka FGD Konsensus Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang IG di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Indonesia sebagai negara maritim yang sangat luas membutuhkan informasi geospasial yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua ini memerlukan sumber daya manusia (SDM) bidang informasi geospasial (IG) yang kuantitas dan kualitasnya mencukupi.
 
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Z. Abidin mengatakan Indonesia saat ini memiliki 8.500 orang yang bekerja di bidang IG. Dari jumlah itu 7.030 orang berlokasi di Jawa. Sementara perusahaan atau industri di bidang IG berjumlah 107 dengan lokasi terpusat di Pulau Jawa. Idealnya, SDM di bidang IG sekitar 31.500 orang.
 
“Undang-Undang No 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial mengamanatkan bahwa pelaksanaan IG yang dilakukan oleh orang perorangan, kelompok orang maupun oleh badan usaha, harus memenuhi kualifikasi tertentu melalui proses sertifikasi,” kata Hasanuddin dalam acara Focus Group Discussion Konsensus Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang IG di Jakarta, Selasa (1/8/2017).
 
Kualifikasi yang dimaksud, lanjutnya, tertuang dalam suatu standar tertentu yang telah ditetapkan. Standar kompetensi professional IG dituangkan dalam dokumen Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang IG dan KKNI-IG. 
 
Menurut Kepala BIG penerapan sertifikasi profesi saat ini sudah menjadi suatu keharusan, baik untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan IG nasional maupun dalam menghadapi persaingan internasional. 
 
Kesepakatan para pimpinan negara-negara ASEAN dalam MRA (Mutual Recognition Arrangement) on Surveying menyebutkan hanya surveyor yang memiliki sertifikat kompetensi yang dapat diterima sebagai surveyor ASEAN. Dalam hal ini, kualitas sertifikasi dan kompetensi surveyor setiap anggota ASEAN akan diuji di lapangan. 
 
“Dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dimana surveyor merupakan suatu profesi yang boleh bergerak bebas, Indonesia menjadi lirikan negara-negara tetangga. Mereka tahu, pasar geospasial terbesar adalah Indonesia. Karena itu kita harus bersiap-siap,” tegasnya.
 
Fakta menunjukkan bahwa MRA on Surveying adalah suatu bentuk persaingan dunia dalam bidang surveying.  Karena itu konsensus KKNI-IG diharapkan dapat menghasilkan standar kualifikasi profesional IG yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi persaingan global.
 
“Pekerjaan-pekerjaan yang ditenderkan oleh BIG selama ini yang melaksanakan dari dunia swasta atau privat terutama swasta nasional. Mulai tahun 2018 semua pelaksana IG melalui BIG SDM-nya harus yang berkompeten dan bersertifikat,” lanjutnya.
 
Konsensus KKNI Bidang IG merupakan satu langkah penting dari sekian banyak langkah dalam rangka meningkatkan kualitas profesional bidang IG. Jika telah menjadi konsensus nasional, maka dokumen KKNI IG akan menjadi milik masyarakat IG nasional. Kepala BIG dan Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) akan segera menetapkan KKNI IG sebagai standar nasional dan wajib diacu oleh semua pihak dalam sertifikasi profesi dalam bidang IG. 
 
“Konsekuensi dikeluarkannya SKKNI yang diikuti dengan KKNI ini tentunya nanti kita perlu harmonisasi banyak hal seperti kurikulum di lembaga pendidikan, vokasi, diploma, dan segala macam. Ini bukan pekerjaan ringan. Indonesia memang negara besar, kita tunjukkan kalau kita bisa,” pungkasnya.
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Politeknik Industri Logam Morowali Jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel
Selasa, 19 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com -  Politeknik Industri Logam Morowali digadang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailE-Library Sumber Knowledge Ilmiah Sosek KKP
24/03/2015 | Catur Pramono Adi

(Bagian I dari Dua Tulisan) Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki dampak yang sangat besar terhadap sistem pengelolaan dokumentasi dan informasi ilmiah. Dengan teknologi digi [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek