Homepage
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

BPPT Akan Gelar Kongres Teknologi Nasional 2017

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, technology-indonesia.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menggelar Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2017 di Jakarta pada 17-19 Juli mendatang. KTN 2017 merupakan forum pertemuan para pengambil keputusan dan pakar baik dari kalangan pemerintah, BUMN, swasta, maupun para praktisi nasional dan internasional. 
 
Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM) BPPT, Hammam Riza mengatakan KTN 2017 bertujuan menyiapkan rekomendasi teknologi dalam rangka mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa melalui pengembangan inovasi teknologi. Hal ini sesuai program pemerintah yang tertuang dalam Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap III 2015-2019. 
 
“KTN 2017 difokuskan pada tiga bidang teknologi, yaitu kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta transportasi dan kesehatan,” papar Hammam saat konferensi pers KTN 2017 di Jakarta, Rabu (21/6/2017).
 
Hammam yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia KTN mengatakan masih lemahnya peran dan eksistensi inovasi teknologi dalam mendukung perkembangan industri nasional, pada hakikatnya tidak terlepas dari permasalahan Sistem Regulasi Teknologi Nasional dan hubungan kemitraan dengan industri terkait.
 
Permasalahan lain yaitu Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) dalam mendukung ekonomi berlandaskan Iptek (knowledge based economy) belum terimplementasi dengan baik dalam berbagai sektor. “Demikian halnya penerapan dan penguasaan teknologi dalam mengatasi rendahnya daya saing produk masih terbatas dan perlu dicarikan solusinya,” ungkap Hammam.
 
Untuk itu, lanjutnya, KTN 2017 akan menghadirkan para pakar dan praktisi di bidang kesehatan, TIK, dan transportasi dari kalangan akademisi, industri, maupun pemerintah. KTN 2017 juga akan menghadirkan pakar dari lembaga riset internasional seperti AIST-Jepang, KRIBB-Korea, PNORS Australia, ASEAN CIO Association, University of Queensland, dan principal technology provider lainnya.
 
Pada kesempatan tersebut Hammam memaparkan berbagai kegiatan selama KTN 2017. Di bidang  teknologi kesehatan, akan diluncurkan Outlook Kesehatan yang berisi analisa kepakaran BPPT terkait permasalahan dan solusi teknologi di bidang kesehatan. Selain itu juga akan dilakukan pembahasan terkait arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan dan kemandirian industri farmasi nasional, penguatan inovasi teknologi dalam pengembangan industri biofarmaka nasional, serta pengembangan industri alat kesehatan nasional.
 
Di bidang TIK, materi penting yang akan dibahas adalah pengamanan infrastruktur TIK kritis dan data pemerintahan, TIK untuk sistem transportasi, serta inovasi TIK untuk mendukung kemandirian pengamanan data dan informasi. Selanjutnya di bidang transportasi akan membahas kebijakan transportasi untuk konektivitas dan logistik nasional, reaktualisasi dan revitalisasi peran perkeretaapian dalam transportasi nasional, serta peluang transportasi perkotaan.
 
KTN 2017 merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) BPPT ke-39 dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas). Hammam berharap melalui KTN 2017, BPPT dapat menghasilkan rekomendasi solusi teknologi yang terbaik untuk Indonesia.
 
 
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail DRN Sampaikan Naskah Akademik untuk Undang-Undang Inovasi
Kamis, 23 November 2017 | Setiyo Bardono

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi dalam Seminar Nasional bertema “Inovasi, Invensi, dan Komersialisasi Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional” di Hotel...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailPemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Bukti-bukti di Zaman Es menunjukkan peningkatan suhu bisa meningkatkan luas area air laut dengan sedikit oksigen. Rendahnya kadar oksigen membuat daya dukung terhadap kehidupan di laut menurun drastic [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek