Homepage
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Indonesia-Inggris Sepakati 10 Proyek Penelitian Kolaboratif

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Peringatan Ulang Tahun Ke- 1 Newton UK-Indonesia Science & Technology Fund Rabu (5/4/2017) di Jakarta (Foto Pubdok Kemenristekdikti/Ageng)
 
Jakarta, technology-indonesia.com - Pemerintah Indonesia dan Inggris mengumumkan 10 proyek penelitian kolaboratif baru dalam berbagai topik yang memiliki relevansi tinggi dengan pembangunan sosial-ekonomi Indonesia. Kegiatan ini menandai ulang tahun ke-1 Newton UK-Indonesia Science & Technology Fund, sebuah program pembangunan kolaboratif antara Pemerintah Inggris dan Indonesia pada area riset dan inovasi.
 
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan para peneliti dan inovator, merupakan aktor kunci dalam menggali potensi kekayaan negara. Hasil penelitian tidak dapat dikategorikan sebagai inovasi sampai mereka berguna bagi masyarakat. 
 
“Untuk mencapai hal tersebut, kolaborasi internasional seperti dengan Inggris ini sangat dibutuhkan sehingga kita tidak perlu memulai dari nol. Kita secara bersama-sama dapat berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik untuk memajukan masyarakat global” ujar Menristekdikti dalam acara Peringatan Ulang Tahun Ke- 1 Newton UK-Indonesia Science & Technology Fund di Jakarta, Rabu (5/4/2017). 
 
Menristekdikti menyatakan Indonesia bergerak maju untuk membangun masyarakat ekonomi berbasis pengetahuan. “Ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi akan memainkan peran kunci dalam mencapai ambisi itu,” lanjutnya.
 
Akhir tahun 2016,  tiga penyandang dana penelitian dan inovasi Indonesia, meliputi Kemenristekdikti,  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) telah bekerjasama dengan empat mitra pelaksana Inggris.  DIPI menerima dana pertama untuk kegiatan bersama dengan Newton Fund dari Kementerian Keuangan, melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
 
Tahun ini, mitra pelaksana Inggris dan penyandang dana Indonesia tengah mendiskusikan kemungkinan kerjasama di bidang hydro-meteorological hazard dengan fokus pada daerah perkotaan, serta penelitian unik terkait geografis wilayah Wallacea. 
 
Kantor Meteorologi Inggris Met Office dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pembicaraan awal penelitian bersama mengenai layanan cuaca dan iklim. Sementara British Council dan Pemerintah Indonesia akan melakukan finalisasi kerjasama beasiswa doctoral.
 
Pada acara tersebut, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste Moazzam Malik mengatakan Inggris dan Indonesia sepakat mengalokasikan dana komitmen bersama sebesar £ 8 juta untuk mendanai proyek terbaik penelitian kolaboratif.
 
Newton Fund juga telah meningkatkan alokasi dana tahunan dari £ 2 juta hingga £ 3 juta untuk dapat memberikan inisiatif bersama baru. “Saat ini Inggris terus memprioritaskan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi karena kami menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan inovasi akan memberikan solusi untuk tantangan global,” lanjutnya. 
 
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati mengatakan Kemenristekdikti memahami pentingnya kerja sama dengan mitra internasional untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, karena penelitian tidak mengenal batas. "Dengan kerjasama riset dan inovasi internasional kita akan memperoleh hasil yang lebih baik ” ujarnya.
 
Newton Fund merupakan program hasil Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Inggris mengenai Riset dan Teknologi yang penandatanganannya disaksikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri David Cameron pada 2015. 
 
Country Director British Council Indonesia Paul Smith mengatakan penguatan kapasitas ilmiah di negara-negara ekonomi berkembang seperti Indonesia akan memastikan solusi ilmiah, teknik dan teknologi untuk isu-isu utama pembangunan. Hal ini akan menginspirasi dan melatih tenaga kerja teknis melek huruf dan kewirausahaan sekaligus menanamkan budaya kebijakan berbasis karya di lembaga-lembaga Indonesia.
 
“Kolaborasi bersama antara peneliti Indonesia dan Inggris telah secara signifikan menata ulang sektor penelitian di Indonesia dan menunjukkan bagaimana pentingnya pengembangan kapasitas ilmiah bagi perjalanan Indonesia untuk menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia,” pungkasnya.
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Inilah Penerima Apresiasi Lembaga Litbang 2017
Kamis, 14 Desember 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta-Teknology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberikan Apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInsiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Menko Maritim Indroyono Susilo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memenuhi target penurunan emisi karbon. Sebagai satu bukti komitmennya, Indonesia akan mena [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek