Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Kemenristekdikti Sederhanakan Skema Riset

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati saat menyampaikan kuliah umum Jumat (17/3/2017) di Fakultas Geografi UGM Yogyakarta. (foto humas UGM)
 
Technology-indonesia.com - Kementrian Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyusun ulang skema pendanaan riset di perguruan tinggi. Penyederhanaan skema riset bertujuan meningkatkan produktivitas penelitian para peneliti di lingkungan perguruan tinggi. 
 
Hal tersebut didampaikan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati, Jumat (17/3/2017) saat menyampaikan kuliah umum “Panduan Riset 2018, Kebijakan Riset Nasional dan Peluang pengembangan Riset melalui Funding Internasional” di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
 
“Mulai tahun 2017 ini skema riset disederhanakan agar mudah diakses oleh peneliti dan membuka peluang baru untuk peneliti yang belum pernah bersinggungan dengan skema yang ada,” kata Dimyati. 
 
Sebelumnya terdapat 17 skema penelitian yang terdiri dari riset dasar, riset terapan, dan riset pengembangan direformulasi menjadi 14 skema penelitian. Penyederhanaan skema riset untuk mendorong riset yang berorientasi inovasi dan invensi untuk meningkatkan daya saing bangsa dan kesejahteraan masyarakat. 
 
“Penyesuaian skema riset ini merupakan upaya untuk meningkatkan pencapaian indikator-indikator riset yakni publikasi, kekayaan intelektual, dan prototipe industri,”tuturnya.
 
Dimyati mengungkapkan saat ini publikasi internasional Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Indonesia berada di posisi keempat ASEAN dibawah Malaysia, Singapura, dan Thailand.  
 
“Pada 2016 mencapai 9.989 publikasi dan di tahun ini harus lebih tinggi, lalu di tahun 2019 harus bisa menjadi juara ASEAN,” katanya. 
 
Selain itu, Kemenristekditi juga mendorong peningkatan capaian kekayaan inteletual. Meliputi hak cipta, merk, indikasi geografis, desain industry, tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, paten, dan perlindungan varietas tanaman. Kemenristekdikti pada 2016 menargetkan capaian paten 1.735 dan terealiasi 1.960. Sementara 2017, paten ditargetkan lebih tinggi karena UU 13/2006 tentang paten yang sangat berpihak pada peneliti dan UMKM telah selesai. 
 
“Penelitian yang mencapai TRL juga ditargetkan bisa lebih dari 7 agar stok inovasi yang siap didorong ke industri lebih banyak lagi,”pungkasnya.  
 
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Politeknik Industri Logam Morowali Jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel
Selasa, 19 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com -  Politeknik Industri Logam Morowali digadang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInovasi Teknologi untuk Mendukung Swasembada Pangan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Swasembada pangan telah menjadi isu penting pada setiap era pemerintahan di Indonesia. Orde Baru, misalnya, amat gencar mengejarnya lewat program Panca Usaha Tani, Bimmas dan  Insus. Hasilnya, swasem [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek