Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

BPPT Dorong Penguatan Sistem Inovasi Daerah

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

alt

Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa inovasi menjadi kunci memenangkan persaigan global yang makin ketat. Hal ini sejalan dengan Nawacita ke tujuh yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) Gatot Dwianto mengatakan pencapaian kemandirian dan daya saing harus diawali dengan penciptaan prakondisi yang kondusif agar dapat menjamin kelancaran ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi sebagai dasar peningkatan iklim inovasi secara holistik.

"Untuk itu upaya menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuh kembangnya inovasi yang dapat mendorong daya saing harus terus digelorakan dan diberikan ruang yang luas baik di pusat dan daerah," kata Gatot dalam sambutannya mewakili Kepala BPPT pada acara Workshop Nasional Sistem Inovasi Daerah: Mendorong Daya Saing Melalui Peningkatan Inovasi Teknologi di Gedung II BPPT, Jakarta, pada Selasa (29/11/2016).

Workshop ini bertujuan memperkuat komunikasi, koordinasi dan jaringan kemitraan pusat-daerah, daerah-daerah, dan antara beragam pihak melalui perbaikan kebijakan, program, kegiatan dan berbagai gagasan dan kesepakatan/konsensus. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Focus Group Discussions (FGD) yang dilakukan sebelumnya tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (PSID) dan Kelembagaan Kolaboratif PSID.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas inovasi dan teknologi, pemerintah memprogramkan pembangunan 100 Techno Park di kabupaten kota dan Science Park di setiap propinsi. "Hal ini sangat erat kaitannya dengan upaya mendukung peningkatan kemampuan berinovasi serta mengoptimalkan interaksi dan pemanfaatan sumber daya perguruan tinggi, lembaga litbang serta dunia usaha untuk meningkatkan daya saing daerah," lanjut Gatot.

Melalui program pemerintah yang sedang bergulir tersebut diharapkan kolaborasi berbagai aktor bisa diimplementasikan secara sinergis. Karena itu, workshop seperti ini menjadi semakin penting untuk mempersiapkan kerjasama sinergis di tahun 2017 dan berikutnya. Khususnya untuk saling mengenal ruang lingkup serta kewenangan yang diemban masing-masing instansi berkenaan dengan inovasi untuk mencapai daya saing.

Gatot berharap dapat dirumuskan progam-program atau kegiatan bersama dalam penguatan sistem inovasi di daerah yang dilaksanakan bersama oleh banyak stakeholder serta membangun forum komunikasi pembangunan inovasi daerah. Kerjasama intensif ini ke depan dapat dipertahankan dan berkelanjutan dalam merumuskan tindak lanjut kolaboratif yang konkrit dari para pihak khususnya dalam mendorong peningkatan inovasi bidang teknologi bagi tumbuh kembangnya bisnis inovatif di daerah.

“BPPT membuka diri untuk bekerjasama dengan kementerian atau lembaga pusat, peguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri dalam pengembangan inovasi dan peningkatan layanan teknologi yang dapat mempercepat tercapainya daya saing di berbagai bidang,” pungkas Gatot.

Dalam Workshop tersebut, Direktur PTID BPPT yang menyampaikan topik mengenai pengembangan dan pendampingan penguatan SID dalam  mengekselerasi inovasi teknologi untuk peningkatan bisnis inovatif di daerah. Menurut Atang, daya saing daerah tidak akan terjadi apabila tidak ada daya saing industrinya. “Berbicara mengenai daya saing adalah bagaimana kita meningkatkan produk unggulan dari sebuah entitas dalam hal ini adalah sebuah daerah,” tuturnya.

Workshop juga menampilkan pembicara lain yaitu Ophirtus Sumule (Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti), Mohammad Noval (Kepala Bagian Perencanaan Badan Litbang Kemendagri), Zulkieflimansyah (anggota Komisi 7 DPR RI), Tatang A. Taufik (BPPT), serta Syahrul Syahril (Kepala Bappeda Pelalawan). Workshop dihadiri 150 peserta dari 11 Kementerian, 6 Lembaga Pemerintahan, Badang Litbangyasa, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Perguruan Tinggi.

 

 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailAkselerasi Menuju Swasembada Kedelai
21/05/2015 | Dedi Junaedi

Dalam waktu tiga tahun, Pemerintahan Jokowi-JK berkomitmen untuk mengejar target swasembada pangan. Khususnya untuk tiga komoditas: beras, jagung, dan kedelai. Swasembada pangan, menurut Wapres JK,   [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek