Homepage
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Inovasi dan Pengembangan Iptek Penggerak Perekonomian Nasional

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    JAKARTA - Pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia harus digerakkan oleh pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan pengembangan iptek.
     
    Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati dalam Indonesia Economic Forum 2016, di Hotel Shangri-La di Jakarta pada 14-15 November 2016. Konferensi bertema Driving Innovation: Reshaping Indonesia's Economy ini menjadi ajang yang mempertemukan para pebinis, pembuat kebijakan, serta pakar di berbagai bidang untuk berdiskusi dan mendorong inovasi dalam perekonomian Indonesia. 
     
    Salah satu poin yang dipaparkan Dwikorita adalah perhatian UGM terhadap pengembangan wilayah pedesaan di Indonesia. Wilayah pedesaan merupakan salah satu tonggak bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Namun ketertinggalan yang dialami warga pedesaan membuat banyak pemuda memilih mencari penghidupan di kota-kota besar.
     
    “Melihat data pada tahun 1960, 85% populasi Indonesia tinggal di desa, sedangkan pada 2016 kurang dari 50% yang tinggal di desa. Jika kita melihat tingkat kemiskinan, memang ada kondisi yang timpang. Inilah mengapa kita harus bekerja lebih keras untuk membangun desa,” ujarnya. 
     
    Permasalahan tersebut mendorong UGM untuk mengembangkan desa pintar (smart village) untuk membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society) demi mewujudkan pembangunan Indonesia secara berkelanjutan. 
     
    “Banyak yang membangun kota pintar (smart city), namun belum ada yang memikirkan bagaimana mengembangkan desa pintar. Ini skenario UGM untuk menerapkan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat untuk menguatkan kapasitas Indonesia,” imbuhnya.
     
    Dwikorita juga menyampaikan pentingnya inovasi dan pengembangan teknologi sebagai penggerak perekonomian nasional dan global. Hal ini menjadi dasar bagi UGM dalam menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak pendukung, termasuk institusi pemerintah, investor, ataupun perusahaan pengembang teknologi.
     
    Salah satunya kolaborasi dengan Six Capital yang terfokus pada pengembangan teknologi digital. Hasil dari kolaborasi ini diantaranya pendirian Digital Innovation Center di UGM. Setelah membangun teaching factory and industry, pusat inovasi ini semakin menambah kekuatan UGM sebagai penggerak kemajuan bangsa.
     
    UGM dan Six Capital juga akan bekerja sama dalam penerapan riset di bidang layanan kesehatan preventif melalui aplikasi digital NusaHealth. Aplikasi ini diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pola hidup yang sehat serta mendorong masyarakat untuk bertanggung jawab atas kesehatan mereka.
     
    Di bidang Geospatial Intelligence, UGM berkolaborasi dengan Six Capital menyelesaikan permasalahan kebencanaan di Indonesia, khususnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Gambut. Wilayah kajian yang menjadi pilot project adalah Pulau Padang dengan luas wilayah 110.000 Ha. 
     
    Konferensi ini juga menghadirkan pembicara utama dari dalam dan luar negeri, di antaranya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, Pendiri Ancora Capital Gita Wirjawan, pendiri Berkarya Indonesia Ilham Habibie, pendiri Six Capital Patrick Teng, Prof. Dr. Gordon Hewitt (University of Michigan), dan Prof. Dr. Atif Ansar (University of Oxford).
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Info Produk
    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    ...
    Senin, 03 Juni 2013 14:45

    Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

    P...
    Minggu, 05 April 2015 14:09

    Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

     ...
    Sabtu, 12 September 2015 23:41
    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    ...
    Jumat, 04 Desember 2015 16:29
    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    ...
    Kamis, 10 Desember 2015 12:12
    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    ...
    Senin, 25 Januari 2016 23:07
    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    ...
    Senin, 01 Februari 2016 11:21
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek