Homepage
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    BPPT Kembangkan Teknologi Pengolahan Emas Non Merkuri

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Jakarta, technology-indonesia.com – Aktivitas pertambangan emas rakyat (skala kecil) dengan menggunakan mercuri berdampak pada degradasi lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan. Karena itu, pemerintah mencanangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan Penggunaan Merkuri pada Pengolahan Emas 2014-2018 yang melibatkan beberapa kementerian dan lembaga.
     
    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam RAN tersebut bertugas melakukan penelitian alternatif teknologi pengolahan emas non merkuri dan mereviu status terkini pelepasan dan paparan merkuri ke lingkungan. BPPT juga mendapat tugas melaksanakan sosialisasi, training dan demonstrasi teknologi alternatif pengolahan emas non merkuri.
     
    Direktur Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral (PTSDM) BPPT, Dadan M. Nurjaman mengatakan pemahaman karakteristik endapan emas pada Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) bisa menentukan rekomendasi teknologi pengolahan emas. Untuk endapan sekunder yang sifatnya kasar cukup menggunakan pemisahan secara konsentrasi gravitasi, tanpa menggunakan bahan kimia. 
     
    “Emas sekunder secara alamiah sudah terpisahkan karena ukuran butirannya lebih besar, sebab emas mempunyai satuan massa jenis lebih besar dari batuan pembawanya,” terang Dadan dalam Media Gathering Stop Penambangan Emas dengan Merkuri di Gedung II BPPT, Jakarta, Rabu (5/4/2017)
     
    Sementara untuk endapan emas primer yang ukurannya sangat halus, tidak bisa dilakukan pemisahan secara gravitasi dan harus diekstraksi secara kimia. Pelarutnya ada beberapa macam misalnya sianida yang sampai saat ini masih digunakan di dunia penambangan. 
     
    “Tentu dengan suatu pendekatan yang terintegrasi antara pengolahan dengan proses pelindian kimia (sianidasi) dan penanganan dampak lingkungannya supaya bahan kimia sebelum dilepas di lingkungan sudah aman. Metode perlindian kimiawi menggunakan sianida bebas dalam kondisi basa, tidak bersifat toxic. Namun perlu SOP (Standar Operasional Prosedur) tertentu untuk mengontrol proses,” kata Dadan.
     
    Penggunaan merkuri pada PESK memberikan nilai yang dihasilkan (recovery) emas sangat rendah dibawah 50 persen yang bisa terekstraksi. Selain itu, merkuri menjadi material pencemar yang laten karena sulit terdegrasi. “Dengan pelindian kimia bisa di atas 80 persen. Perolehan emasnya akan lebih banyak walaupun dari sisi investasi peralatan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan merkuri,” lanjutnya.
     
    Untuk mengurangi penggunaan merkuri pada PESK, BPPT mengembangkan reaktor untuk proses pelindian kimia.  Harga reaktor dengan kapasitas 200 kilogram/batch diperkirakan Rp 20 juta. Dadan menyarankan pengelolaan secara komunal melalui koperasi untuk reaktor berkapasitas 1,5 ton/batch seharga Rp 70 juta. BPPT akan terus mengembangkan teknologi ini agar satu reaktor bisa digunakan untuk pengolahan emas sekaligus destruksi limbah.
     
    Pilot project pengolahan emas bebas merkuri dilakukan di Pacitan, Banyumas, dan Lebak pada 2017 bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Teknologi ini juga mendapat dukungan dari Kemenristekdikti melalui pendampingan industri untuk membuat pilot project di Pulau Buru,” terang Dadan. 
     
    Untuk mendukung penghapusan penggunaan merkuri pada pengolahan emas, BPPT juga telah membangun Laboratorium dan Workshop  Karakterisasi Mineral dan Uji Pengolahan (Metalurgical Test) serta membuat desain proses pengolahan emas berbasis non merkuri. Ke depan, agar proses alih teknologi bisa berjalan, BPPT berharap terbangunnya Indonesian Center for Artisanal Small Scale Gold Mining (INCAM). 
     
    Dadan berharap RAN Penghapusan Penggunaan Merkuri pada Pengolahan Emas 2014-2018 diperkuat dengan regulasi sebagai kekuatan hukum yang mengikat kementerian dan lembaga. Payung hukum ini penting agar target Indonesia bebas merkuri pada 2020 bisa tercapai.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Info Produk
    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    ...
    Senin, 03 Juni 2013 14:45

    Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

    P...
    Minggu, 05 April 2015 14:09

    Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

     ...
    Sabtu, 12 September 2015 23:41
    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    ...
    Jumat, 04 Desember 2015 16:29
    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    ...
    Kamis, 10 Desember 2015 12:12
    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    ...
    Senin, 25 Januari 2016 23:07
    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    ...
    Senin, 01 Februari 2016 11:21
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek