Homepage
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Pohon Kedondong Hasilkan Listrik Dalam Jumlah dan Waktu Terbatas

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Kepala Balai Besar Teknologi Konservasi Energi (B2TKE-BPPT) Andhika Prastawa dalam acara jumpa pers di Jakarta, Senin (29/5/2017)
     
    Jakarta, technology-indonesia.com - Energi listrik dari pohon kedondong hasil percobaan Naufal Naufal Raziq (15 th), siswa kelas III Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, menarik perhatian banyak pihak. Perekayasa bidang energi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun melakukan pengukuran besaran listrik dari pohon-pohon kedondong tersebut.
     
    Kepala Balai Besar Teknologi Konservasi Energi (B2TKE-BPPT) Andhika Prastawa mengatakan sebagaimana penelitian-penelitian lain tentang listrik dari tumbuhan, menunjukkan hasil produksi listrik yang masih belum memadai untuk kebutuhan listrik yang wajar.
     
    Menurut Andhika, mengikuti analogi sel volta, dalam batang pohon kedondong dan zat-zat di dalamnya berfungsi seperti elektrolit. Elektrolit adalah bagian yang berfungsi sebagai pengantar ion dari anoda ke katoda, dan sebaliknya. “Secara teori pohon kedondong memang bisa menghasilkan listrik,” lanjut Andhika jumpa pers Inovasi Produk Energy Storage BPPT, di Jakarta, Senin (29/05/2017).
     
    Pengukuran sesaat besaran listrik pada pohon-pohon kedondong pagar yang ditanam di area Pembinaan Masyarakat PT Pertamina EP Aset I Field Rantau menghasilkan data bahwa keluaran sistem listrik pohon Kedondong Pagar tersebut masih dalam kisaran mili watt, dengan tegangan yang dihasilkan dalam skala ratusan mili hingga satuan Volt, serta arus dalam mili Ampere.
     
    Andhika menerangkan, sejumlah 6 pohon Kedondong, disebut sebagai "pohon energi" dipasang masing-masing 6 pasang elektroda Zn-Cu (seng dan tembaga). Dari rangkaian seri-paralel, di ujung elektroda diperoleh pengukuran tegangan total sebesar 2,774 Vdc. 
     
    Ujung rangkaian pohon ini dihubungkan pada conventer arus searah untuk mencatu baterai bertegangan 3,5 Vdc. Kemudian melalui inventer dihubungkan ke beban lampu LED 5 Watt 220 Vac. Pada saat lampu dinyalakan, setelah 10 menit, terukur tegangan dari pohon energi turun dari 2,774 Vdc menjadi 1,870 Vdc.
     
    Dengan laju penurunan tegangan seperti itu, diperkirakan 6 pohon Kedondong tersebut hanya sanggup mencatu lampu tidak lebih dari 20 menit, dengan perkiraan energi sekitar 1,7 Wh, atau 1,7 W selama 1 jam. “Dengan demikian meskipun terbukti pohon Kedondong dapat menghasilkan listrik, namun masih belum mencukupi kebutuhan listrik yang wajar,” terang Andhika.
     
    Berdasarkan analisis di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pohon kedondong ini dapat menghasilkan listrik dalam jumlah dan waktu yang terbatas. Dengan demikian pohon ini hanya dapat dijadikan salah satu sumber bagi peralatan yang membutuhkan energi rendah.
     
    Menimbang fakta di atas, direkomendasikan agar kepada Naufal dapat diberikan perhatian dan pembinaan yang intensif sebagaimana mestinya, agar yang bersangkutan dapat berkembang kemampuan dan minat penelitiannya. 
     
    Sementara itu diharapkan berbagai pihak agar menyikapi hasil percobaan tersebut secara wajar dan bijaksana, sehingga tidak memberikan beban harapan terlalu besar bagi percobaan listrik dari pohon kedondong ini bahwa hal tersebut dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan listrik, khususnya pedesaan.
     
    “Listrik dari pohon masih memerlukan langkah riset dan pengembangan yang panjang, termasuk untuk pemahaman tentang elektrofisiologi dan budidaya tanaman yang menghasilkan cairan elektrolit yang mencukupi dan stabil,” pungkas Andhika.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Info Produk
    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    ...
    Senin, 03 Juni 2013 14:45

    Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

    P...
    Minggu, 05 April 2015 14:09

    Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

     ...
    Sabtu, 12 September 2015 23:41
    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    ...
    Jumat, 04 Desember 2015 16:29
    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    ...
    Kamis, 10 Desember 2015 12:12
    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    ...
    Senin, 25 Januari 2016 23:07
    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    ...
    Senin, 01 Februari 2016 11:21
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek