Homepage
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

LIPI Luncurkan Indeks Kesehatan Terumbu Karang

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Technology-Indonesia.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  melalui Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) meluncurkan Indeks Kesehatan Terumbu Karang Indonesia di Gedung P2O LIPI, Ancol Timur, Jakarta, pada Senin (20/11/2017). Indeks ini merupakan standar penting yang dibutuhkan oleh negara-negara kepulauan seperti Indonesia untuk mengelola terumbu karang.
 
Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto menjelaskan Indeks Kesehatan Terumbu Karang Indonesia sangat berguna untuk pengelolaan terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya.
 
“Melalui indeks ini, kita dapat memastikan apakah ekosistem terumbu karang kita sehat atau tidak. Hanya beberapa negara di dunia yang sudah memiliki indeks kesehatan terumbu karangnya. Indonesia termasuk dari sedikit negara di dunia yang telah memiliki indeks tersebut,” ungkapnya. 
 
Bambang menjelaskan, Indeks Kesehatan Terumbu Karang Indonesia disusun berdasarkan data dan akumulasi pengalaman yang telah dimiliki LIPI selama bertahun-tahun dalam bidang riset dan monitoring terumbu karang di hampir seluruh perairan di Indonesia. 
 
Kepala P2O LIPI, Dirhamsyah menambahkan indeks ini berdasarkan data yang dikoleksi secara intensif oleh P2O sejak lebih dari 20 tahun lalu, pada saat dimulainya Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang (Coral Reef Rehabilitation and Management Program/COREMAP) pada 1999.
 
Pada 2017, LIPI diberi kepercayaan untuk melanjutkan Program COREMAP Fase III yang akan berakhir hingga Desember 2020. Program yang dibiayai oleh Bank Dunia dan GEF tersebut akan lebih banyak diwarnai oleh kegiatan-kegiatan yang bersifat peningkatan kapasitas kelembagaan dalam bidang riset dan monitoring ekosistem pesisir, serta kapasitas pengelolaan data dan informasi, baik nasional dan daerah. 
 
"Hasil yang dicapai dari kegiatan COREMAP sejak fase 1 sampai dengan fase 3 saat ini telah dimanfaatkan oleh para stakeholder, antara lain untuk pembaruan data dan informasi kondisi kesehatan terumbu karang serta lamun di seluruh perairan Indonesia yang dilakukan setiap tahun,” kata Dirhamsyah.  
 
Pada kesempatan yang sama, LIPI meluncurkan tiga buku berjudul Mangrove di Indonesia, Menyerap Karbon, dan 5 Dekade LIPI di Teluk Jakarta. Buku-buku yang ditulis oleh para peneliti P2O LIPI ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh LIPI selama beberapa dekade terakhir. 
 
Selain peluncuran buku, dilaksanakan penyerahan Sertifikat Lisensi LSP P2O LIPI oleh Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada Kepala LIPI. Sertifikat ini merupakan pengakuan P2O LIPI sebagai LSP yang berwenang memberikan sertifikasi kompetensi bidang Penilai Kondisi Terumbu Karang dan Ekosistem Lain yang terkait dari kegiatan COREMAP-CTI.  
 
“Ini adalah bukti bahwa sebagai sebuah lembaga, LIPI layak dan berkompeten untuk memberikan penilaian tentang kompeten atau tidaknya seseorang sebagai seorang surveyor penilai terumbu karang. Pendirian LSP ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab LIPI untuk pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, dalam hal ini ilmu kelautan,” pungkasnya.
 
 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Inilah Penerima Apresiasi Lembaga Litbang 2017
Kamis, 14 Desember 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta-Teknology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberikan Apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailTUNA SI PENGELANA LAUT PUN DIBIAKKAN DI KOLAM
12/02/2014 | Dewlest

Potongan-potongan cumi dan ikan layang bercampur dengan vitamin C dan vitamin E itu tiba-tiba lenyap diperebutkan puluhan ikan tuna sirip kuning yang terkenal tangkas dan gesit di laut.
Ikan-ikan t [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek