Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Musim Kemarau Tiba, Pengelola Waduk Harus Hemat Air

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Waduk

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan berdasarkan perhitungan statistik dan pertimbangan terhadap perkembangan dinamika atmosfer dan laut diperkirakan awal musim kemarau 2011 terjadi pada Juni dan Juli.

Daerah-daerah yang diperkirakan mengalami awal musim kemarau pada Juni dan Juli adalah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Papua Barat.Bahkan beberapa daerah di provinsi itu sudah memasuki musim kemarau sejak Maret lalu.

Daerah yang paling awal mengalami musim kemarau tersebut meliputi Bondowoso bagian utara, Situbondo, sebagian besar Banyuwangi. Sementara daerah lainnya yang masuk dalam wilayah Zona Musim (ZOM) akan memasuki kemarau pada Juni dan Juli bahkan beberapa daerah musim kemaraunya baru terjadi pada Agustus 2011.

Sifat musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak terlalu kering atau cenderung normal. Hal itu berdasarkan  pantauan terhadap fenomena Dipole Mode (DM) yang berpengaruh terhadap kondisi hujan di wilayah barat Indonesia sampai akhir Mei 2011 berada pada kondisi netral. Hal ini mengindikasikan meski kemarau namun tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap curah hujan di Indonesia bagian barat.

Menghadapi musim kemarau kali ini, Kepala BMKG Sri Woro mengatakan agar masyarakat khususnya pengelola waduk tidak boros dalam menggunakan air. “Waduk di Jawa dan Sumatara, jangan boros-boros pakai airnya. Karena debit air akan berkurang ,” ujarnya.

Selain itu lanjut Sri Woro ada beberapa daerah yang harus waspada terhadap potensi kebakakaran akibat musim kemarau.Khususnya Sumatera dan Kalimantan yang memiliki potensi kebarakannya cukup banyak.

Prakiraan musim kemarau ini menurut Sri Woro bisa dijadikan acuan pihak yang bekepentingan seperti pertanian dan perikanan. ***

 

Umum

article thumbnail 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Armenia
Kamis, 21 September 2017 | Setiyo Bardono

  Technology-Indonesia.com - Perayaan Hari Kemerdekaan Armenia ke 26 yang jatuh pada 21 September bertepatan dengan peringatan ke 25 hubungan bilateral Indonesia dan...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInovasi Teknologi untuk Mendukung Swasembada Pangan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Swasembada pangan telah menjadi isu penting pada setiap era pemerintahan di Indonesia. Orde Baru, misalnya, amat gencar mengejarnya lewat program Panca Usaha Tani, Bimmas dan  Insus. Hasilnya, swasem [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek