Homepage
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Perlu Resource Sharing antar K/L dalam Percepatan KSP

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin saat konferensi pers seusai Rakortek IGT Tahap III
     
    Di penghujung tahun 2016, Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali menggelar Rapat Koordinasi Teknis Informasi Geospasial Tematik (Rakortek IGT) Tahap III, untuk melakukan evaluasi capaian pelaksanaan Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) yang melibatkan 19 Kementerian/Lembaga (K/L). 
     
    KSP pada skala 1:50.000, menargetkan rencana aksi kompilasi, integrasi, dan sinkronisasi 85 peta tematik pada masing-masing wilayah prioritas yaitu Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua, Maluku, Jawa dan Bali-Nusa Tenggara. Percepatan Pelaksanaan KSP mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data dan satu geoportal. Sedangkan kurun waktu pelaksanaan dari tahun 2016 sampai tahun 2019
     
    Hasil cukup menggembirakan, pada tahun ini BIG telah menyelesaikan 78 Peta Tematik di Kalimantan, dengan rincian 54 peta terintegrasi, 15 peta dalam perbaikan, 1 peta tidak akan dilakukan perbaikan (tidak valid datanya). Sedangkan 8 peta lainnya tidak tersedia.
     
    Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin, mengungkapkan,”Kendalanya adalah Peta Rupa Bumi belum homogen dan masih terus diupdate. Ini harus disinkronkan dengan peta tematik yang berasal dari K/L terkait lainnya ,” jelasnya di sela-sela acara Rakortek IGT Tahap III di Crowne Plaza Hotel, yang bertema. “Peningkatan Sinergitas Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Implementasi Percepatan Kebijakan Satu Peta,”Rabu (21/12/2016)
     
    Lebih lanjut Hasanuddin memaparkan, “Sinkronisasi sangat mendesak dilakukan untuk menghindari tumpang tindih kepentingan, konflik perijinan yang terjadi sekarang ini. Keterbatasan sumber daya manusia di bidang IG, anggaran yang belum terencana di tiap K/L. ditengarai menjadi faktor penghambat realisasi sinkronisasi ini. Kedepannya, diharapkan percepatan KSP dapat berjalan dengan lebih baik, dengan dukungan koordinasi dan kerjasama antar lembaga yang lebih baik, “harapnya.
     
    Seiring sejalan dengan KSP, Pemetaan skala besar 1:5.000 juga  mendesak dilakukan. Ini sesuai dengan kebijakan Nawacita Jokowi, yaitu pembangunan berbasis desa dan daerah pinggiran. Hasanuddin mengungkapkan. “Ketika kami hitung, pemetaan skala besar 1:5.000 yang meliputi daratan nonhutan seluas 40 persen area Indonesia mencapai Rp 37 trilyun.”
     
    Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Mulyanto Darmawan menambahkan, “Penyelesaian program percepatan KSP dan pemetaan skala besar, diperlukan 60 perusahaan informasi geospasial, tetapi kini hanya tersedia sekitar 20 perusahaan saja. Selain itu tenaga kerja level menengah juga diperlukan dalam jumlah besar. “
     
    Percepatan pemetaan skala besar dapat saja melibatkan perusahaan dan tenaga kerja asing, namun kedaulatan geospasial menjadi taruhannya. Dikhawatirkan, informasi geopolitik, geoekonomi, geososial jatuh ke tangan pihak asing.
     
    Untuk itu dibawah koordinasi BPN Bappenas, BIG bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk  “resource sharing” dalam menggabungkan data geospasial dan data statistik mengenai demografi penduduk, kesehatan, sosial ekonomi menjadi data citra satelit yang lebih informatif.
     
    Hal yang sama juga terus dilakukan dengan K/L terkait, misalnya dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai Peta Tutupan Lahan, Peta Sistem Lahan, dan Peta Morfometri Bentang Lahan; dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai Peta Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil.
     
     
     

    Umum

    Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Siapkan Lulusan untuk 65% Profesi Baru
    Sabtu, 24 Februari 2018 | Setiyo Bardono

      Teknology-Indonesia.com – Tantangan ekonomi digital sudah di depan mata. Berdasarkan kajian World Bank tahun 2017, diperkirakan 75-375 juta tenaga kerja global...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Info Produk
    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

    ...
    Senin, 03 Juni 2013 14:45

    Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

    P...
    Minggu, 05 April 2015 14:09

    Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

     ...
    Sabtu, 12 September 2015 23:41
    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

    ...
    Jumat, 04 Desember 2015 16:29
    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

    ...
    Kamis, 10 Desember 2015 12:12
    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

    ...
    Senin, 25 Januari 2016 23:07
    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

    ...
    Senin, 01 Februari 2016 11:21
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek