Homepage
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Sinergitas K/L untuk Percepatan Kebijakan Satu Peta

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Pemerintah telah menerapkan Perpres Nomer 9 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) pada skala 1:50.000 yang rencana aksinya melibatkan 19 Kementerian/Lembaga (K/L) dalam rentang waktu 2016-2019. Pencapaian rencana aksi tersebut dilakukan melalui koordinasi antar K/L yang telah memiliki peta tematik skala 1: 50.000.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Zainal Abidin saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Informasi Geospasial Tematik (Rakortek IGT) Tahap III di Jakarta, Rabu (21/12/2016). Rakortek ini bertema Peningkatan Sinergitas Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Implementasi Percepatan Kebijakan Satu Peta.

"Harapannya dengan program KSP ini kita punya suatu peta 1:50.000 yang mengacu pada satu sistem referensi, satu sistem standar, satu basis data dan satu geoportal, satu versi dan satu walidata," lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BIG mengapresiasi komitmen yang tinggi dari K/L dalam melaksanakan KSP yang diwujudkan dengan penandatanganan pakta integritas. Serta komunikasi antar K/L dalam penyelenggaraan IGT sehingga dapat dapat diketahui rencana dan target IGT Nasional.

“Hal positif dalam program KSP adalah bahwa IGT yang dihasilkan memiliki kualitas yang diharapkan relatif baik setelah melewati proses verifikasi yang dilakukan oleh tim Percepatan Kebijakan Satu Peta. Antusiasme K/L dalam proses perbaikan hingga tercapai IGT terintergrasi juga baik,” papar Hasanuddin.

Kepala BIG juga mengapresiasi kerjasama antara Tim Sekretaris KSP dan K/L yang telah berhasil melakukan integrasi sebanyak 76 persen yaitu 54 peta untuk target wilayah kalimantan. "Namun target 100 persen untuk wilayah Kalimantan harus tetap dilaksanakan," tegas Hasanuddin.

Menurut Kepala BIG, ada beberapa kendala dalam percepatan pelaksanaan KSP antara lain ketersediaan SDM bidang Informasi Geospasial (IG) di K/L. Bukan hanya di K/L, secara nasional Indonesia kekurangan SDM IG. Begitu juga dengan industri geospasial Indonesia yang kurang dari 100 perusahaan. Masih kurang jika dibandingkan dengan Singapura yang wilayahnya kecil namun industri geospasialnya sekitar 300 perusahaan.

Karena itu, lanjut Hasanuddin, seandainya pemerintah memberikan dana yang sangat besar kepada BIG untuk menyelesaikan, kendalanya bukan di BIG tapi di industri geospasial. Kalau industri geospasial diperbanyak, berarti perlu banyak tenaga lulusan S1.

“Kalau kita bicara di level teknisi untuk kadaster membutuhkan 10ribu SDM IG dalam tiga tahun. Sementara SMK Geomatika hanya ada 85 di Indonesia, itupun konsentrasinya Jawa- Sumatera. Jadi percepatan KSP harus didukung dengan percepatan penyediaan SDM di bidang geospasial,” kata Hasanuddin.

Kendala berikutnya adalah kualitas peta rupa bumi Indonesia yang heterogen. Masih ada inkonsistensi antara data-data tematik yang ada di K/L dengan di IGD. Karena itu harus intergrasikan.

Kepala BIG berharap percepatan pelaksanaan KSP dapat berjalan dengan lancar melalui kerjasama yang cukup baik antara K/L penyelenggaraan IGT, Kementerian Bidang Perekonomian, BIG, KSP, pemda dan K/L lainnya. Selain itu, K/L diharapkan telah menganggarkan penyelenggaraan IGT 2017 dengan prioritas di wilayah Sumatera dan Sulawesi.

“BIG akan terus mengupdate dan menghomogenkan peta rupa bumi skala 1:50.000. Jangan sampai kita merencanakan pembangunan sekarang menggunakan peta tahun 2000. Itu tidak bisa. Peta-peta tematik dan peta dasar yang up to date itu sudah wajib hukumnya,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInsiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Menko Maritim Indroyono Susilo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memenuhi target penurunan emisi karbon. Sebagai satu bukti komitmennya, Indonesia akan mena [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek