Homepage > Bencana > Sistem Peringatan Dini > LIPI-UNESCO Optimalkan Hasil Riset Pengurangan Resiko Bencana
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2025
    Guest : 2025
    Members : 0

    LIPI-UNESCO Optimalkan Hasil Riset Pengurangan Resiko Bencana

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Jakarta, technology-indonesia.com - Kondisi Indonesia secara geologi dan geografi rentan terhadap bencana alam dan manmade. Jumlah penduduk yang terekspose (terpapar) dan beresiko menghadapi bencana sangat besar, termasuk penduduk yang tinggal di wilayah pesisir.
     
    Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2014 menyebutkan, berbagai jenis bencana sering terjadi dan frekuensinya semakin meningkat di hampir seluruh wilayah negeri ini, rata-rata 10 persen dalam 10 tahun terakhir. Bencana ini mengakibatkan banyak sekali korban jiwa, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas dan perempuan.
     
    Hal ini menjadi perhatian Komite Nasional MOST Indonesia di Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui penyelenggaraan Workshop “Applying Analytical Framework for Inclusive Policy Design” di Jakarta, Senin (28/8/2017). Bekerja sama dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), workshop membahas pengurangan resiko bencana dan perlindungan sosial  secara terpadu.
     
    Deputi Bidang IPSK LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan Indonesia baik secara geologis, hidrologis, klimatologis, maupun ekologis sangat rentan terhadap bencana, sehingga sebagian besar penduduknya terpapar resiko terkena bencana. “Bencana terjadi karena akumulasi faktor yang didominasi oleh faktor antropogenik dan dipicu oleh faktor alam, seperti cuaca ekstrim perubahan lingkungan dan perubahan iklim,” ujar Tri Nuke.
     
    Sejalan dengan Agenda 2030 – Sustainable Development Goals/SDGs 2030, yang diadopsi oleh UN General Assembly pada September 2015, MOST (Management of Social Transformation) Indonesia mendukung pentingnya mengelola transformasi sosial melalui strategi dan komunikasi yang jelas dan efektif dalam bentuk koordinasi dan kerjasama berbagai stakeholders.
     
    "Pencapaian target tersebut dilakukan melalui kegiatan strategis, yaitu Enchancing Social Inclusion through Public Policy on Disaster Risk Reduction and Social Protection within DRR In The Context of Social Inclusion In Coastal Community," ungkapnya.
     
    Sri Sunarti Purwaningsih, Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI mengatakan workshop bertujuan mengoptimalkan hasil-hasil riset terkait pengurangan resiko bencana dan perlindungan sosial agar dapat digunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan publik secara inklusif, termasuk kelompok rentan, penyandang disabilitas dan masyarakat miskin. 
     
    ”Selama ini ada kebijakan yang belum memperhatikan mereka yang marjinal, kurang beruntung atau rentan. Ke depan kami akan membuat semacam proposal kegiatan pengurangan resiko bencana yang dipadukan dengan perangkat untuk meng-assess kebijakan yang dikembangkan oleh UNESCO,” ungkapnya.
     
    Sri Sunarti berharap kegiatan-kegiatan yang ada bisa diintegrasikan dan memperhitungkan mereka yang kurang beruntung. “Bagaimana perlindungan sosial dan pengurangan resiko bencana terintegrasi baik di tingkat lokal maupun nasional,” lanjutnya.
     
    Workshop ini membahas beberapa hal diantaranya integrasi antara perlindungan sosial dan pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir Indonesia. Serta pembahasan framework untuk menganalisis kebijakan publik secara inklusif menggunakan Analytical Framework for Policy Design yang dikembangkan UNESCO Office
     
    Framework ini digunakan untuk pengembangan kebijakan inklusif pengurangan resiko bencana dan perlindungan sosial di Indonesia. Tool tersebut diharapkan dapat menjawab permasalahan bencana yang kompleks, seperti dampak perubahan iklim dan upaya mengurangi resiko fenomena alam dengan mengintegrasikan faktor alam dan sosial ekonomi dengan pendekatan sustainability science.
     
    Workshop juga membahas Disaster Risk Reduction (DRR), sebuah konsep dan praktek pengurangan resiko bencana melalui upaya-upaya sistematik untuk mengurangi faktor-faktor penyebab terjadinya bencana yang kompleks, melibatkan faktor alam dan manusia. DRR merupakan upaya persiapan/kesiapsiagaan yang  dilakukan oleh masyarakat, pemerintah dan stakeholders sebelum terjadi bencana. 
     
    Pengurangan resiko bencana juga dilakukan melalui perlindungan sosial oleh pemerintah dengan berbagai kebijakan dan program yang telah dikeluarkan untuk kelompok rentan dan miskin yang mempunyai kapasitas adaptasi yang rendah.
     
    Tampil sebagai narasumber pada workshop tersebut adalah Arief Rachman (Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO/KNIU), Shahbaz Khan (Direktur dan Representative UNESCO Office Jakarta), Irakli Khodeli (UNESCO Office Jakarta), Alexander Hauschild, serta Deny Hidayati (Pusat Penelitian Kependudukan LIPI). 
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek