Homepage > Bencana > Sistem Peringatan Dini > Pengelola Wisata Dieng Perlu Pendampingan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2208
    Guest : 2208
    Members : 0

    Pengelola Wisata Dieng Perlu Pendampingan

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Technology-indonesia.com - Peristiwa letusan kawah Sileri di kawasan wisata Dieng pada Minggu (2/7/2017) cukup mengagetkan banyak pihak.  Letusan terebut terjadi secara tiba-tiba di destinasi wisata yang selama ini dianggap aman. Banyaknya wisatawan di sekitar kawah Sileri mengakibatkan jatuhnya korban yang tidak sedikit. 
     
    Untuk menghindari kejadian serupa, pakar vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Sandy Budi Wibowo menyarankan agar pengelola kawasan wisata perlu diberikan pendampingan untuk meningkatkan standar keselamatan. “Pihak pengelola sebaiknya jangan terlalu disudutkan, tetapi perlu didampingi untuk meningkatkan pengamanan yang telah diterapkan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima www.technology-indonesia.com, Rabu (5/7/2017).
     
    Sandy menjelaskan, inti dari permasalahan yang ada adalah aspek keruangan yang dibutuhkan gunung api untuk melakukan proses-proses alami. Jika kriteria spasial ini dipenuhi, wisatawan akan aman dari ancaman bahaya serupa di waktu mendatang.
     
    Terkait letusan kawah Sileri, Sandy menuturkan, aktivitas vulkanik tersebut memang sulit diprediksi dan terjadi secara tiba-tiba. “Peristiwa tersebut merupakan erupsi freatik dan biasanya tidak disertai dengan tanda tanda yang dapat dideteksi oleh sensor gunung api, seperti sensor seismik untuk getaran,” jelasnya.
     
    Letusan freatik ini, terjadi karena magma tanpa melalui kontak langsung memanaskan air di sekitarnya, baik air kawah maupun air tanah, sehingga menimbulkan uap air bertekanan. Proses letusan ini sebetulnya tidak berada di permukaan.
     
    “Letusan yang tidak disertai dengan pergerakan magma ke permukaan ini cenderung hanya dapat diketahui pada saat letusan, bukan sebelumnya. Lain halnya dengan dengan letusan magmatik yang ditandai dengan naiknya magma ke permukaan bumi yang menimbulkan getaran sebelum letusan, maupun erupsi freatomagmatik yang melibatkan kontak langsung antara magma dan badan air di permukaan bumi sehingga terdeteksi secara visual,” jelas Sandy.
     
    Meski skalanya tidak terlalu besar, Sandy menyebut letusan ini memiliki dampak yang cukup berbahaya karena mengandung gas vulkanik yang beracun, bertemperatur dan bertekanan tinggi seperti H2O, CO2, SO2, H2S, dan lainnya. Selain itu, pada kawah yang memiliki danau, letusan ini akan memicu lahar primer atau aliran yang cepat dari hulu ke hilir sungai dan mengandung percampuran antara material vulkanik dan air.
     
    Dalam waktu mendatang, Sandy menyarankan agar mulai diberlakukan zona terlarang mengikuti masukan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keselamatan para pengunjung yang hendak menikmati wisata di kawasan kawah aktif tersebut.
     
    “Sebetulnya solusinya cukup sederhana, pemberlakuan zona larangan di sekitar kawah dengan radius yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik letusan masing-masing kawah. Tentunya hal ini juga tidak dimaksudkan untuk mengurangi kenyamanan wisatawan untuk menikmati keindahan kawah-kawah di Dieng,” imbuhnya.
     
    Sandy juga menekankan pentingnya perhatian serta kerjasama dari berbagai pihak untuk menciptakan standar keselamatan yang lebih baik dan mencegah jatuhnya korban jika terjadi kejadian serupa. Meski teknologi saat ini belum dapat memastikan besar kecilnya letusan, menurutnya yang dapat dilakukan adalah memantau perkembangan gunung api secara real-time dan melihat trennya dari waktu ke waktu serta menyiapkan sarana yang memadai untuk mengevakuasi masyarakat apabila diperlukan.
     
    “Jalan sempit dan banyaknya kendaraan menyulitkan proses evakuasi apabila terjadi erupsi. Pelebaran jalan, manajemen parkir, dan penyediaan jalur evakuasi perlu untuk dilakukan. Edukasi terhadap wisatawan juga dirasa perlu. Setelah semua hal telah dilaksanakan secara maksimal, asuransi mungkin dapat diterapkan untuk membantu mengurangi kerugian yang ada,” pungkas Sandy.
     
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek