Homepage > Bencana > Bencana Kebumian > Lebih 5 Juta Ton Plastik Mencemari Lautan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1891
    Guest : 1891
    Members : 0

    Lebih 5 Juta Ton Plastik Mencemari Lautan

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 
    limbahplastik
    Pencemaran laut sudah semakin mengkhawatirkan. Menurut penelitian, hampir seluruh perairan laut di sekitar kita telah dicemari limbah plastik. Sekitar 300.000 ton plastik telah menutupi seluruh permukaan laut di Bumi.  Setiap tahun sekitar 5 jutan ton plastik mencemari perairan laut bumi.

    Majalah Popular Science (Juni 2015) memuat laporan hasil kajian dari 12 konsorsum riset di Amerika dan Eropa. Dimulai Desember 2014, ke-12 konsorsium itu mengkaji tingkat polusi plastik di sekitar 1.600 titik pengamatan dengan dua pendekaran. Model pertama digunakan untuk memetakan keberadaan limbah plastik dan sirkulasinya. Model kedua mengkaji indikasi dari mana plastik berasal. Dengan menggabungkan data jumlah penduduk pesisir dengan konsumsi plastik dan data limbah manajemen, model menunjukkan di mana plastik yang paling mungkin berasal.

    Satu konsorsium dari 12 lembaga penelitian telah mulai mempublikasikan hasil kajian mereka. Menurut perhitungan mereka, lebih 296.000 ton plastik -- setara dengan berat sekitar 1.500 ekor paus biru -- berpusar di  permukaan laut. Yang paling tebal dan banyak ada di pesisir Laut Cina. "Lautan kita seperti ditutupi lapisan tipis plastik," kata Marcus Eriksen, direktur penelitian  Five Gyres Institute.  

    Dia yakin, perkiraan itu lebih rendah dari yang sebenarnya. Ini karena model kajian belum memperhitungkan plastik yang telah tenggelam ke dasar laut atau plastik-palstik yang telah dimakan oleh hewan-hewan di laut. Beberapa ilmuwan percaya setiap tahun ada lebh dari  lima juta ton plastik masuk dan mencemari perairan laut di Bumi.  Sekitar 20 persen dari ikan kecil memiliki plastik di perut mereka.

    Untuk mencari tahu dari mana semua plastik itu berasal, ahli lingkungan dari Universitas Georgia  Jenna Jambeck dan rekannya baru-baru membuat peta model yang menunjukkan titik-titik potensial asal limbah. Dengan asumsi skenario aktivitas bisnis berjalan dengan laju biasa (standar sekarang), dia memperkirakan limpahan limbah plastik akan dua kali lipat lebih banyak dalam satu dekade ke depan. Untuk menghindari kekacauan di masa depan, kata Jambeck, “kita harus memperlambat laju masuknya plastik ke lautan.’’

    Keberadaan plastik tidak merata di kolom air vertikal lautan - beberapa mengapung, beberapa tenggelam, dan beberapa terjebak di tengah. Kebanyakan jenis plastik, seperti bekas kemasan yoghurt, masuk ke fragmen yang mengambang. Arus laut memang bisa membawa potongan plastik turun beberapa meter ke bawah permukaan. Namun, mereka akhirnya mengapung kembali. Di sebagian besar titik pengamatan, hanya sedikit saja bagian permukaan laut yang bebas dari pusaran limbah plastik.

    Beberapa peneliti berpandangan bahwa sebagian kecil plastik mengambang dan tidak bisa tenggelam. Sebagian besar justru beredar di antara permukaan dan tenggelam. Sejumlah potongan-potongan sangat kecil bisa berubah secara kimia oleh begitu banyak mikroba laut. Tapi potongan lainnya justru bisa ikut terseret kemana-mana mengikuti pusaran arus laut. Bayangkan, ada triliunan potongan plastik berpusatr terus di lautan kita, Eriksen.

    Jenis lain dari plastik, seperti botol minuman, biasanya segera tenggelam. Studi menunjukkan dasar laut - biasanya 4.000 sampai 6.000 meter di bawah – dipenuhi oleh limbah plastik sepetti ini.  Menurut peneliti The Ocean Cleanup,  sekitar 65% plastik di lautan berkumpul di wilayah utara khatulistiwa.
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek