Homepage > Bencana > Bencana Kebumian > Fakta Seputar Meletusnya Gunung Kelud
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1843
    Guest : 1844
    Members : 0

    Fakta Seputar Meletusnya Gunung Kelud

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    Angin ke Timur, Tapi Abu ke Barat

    Banyak mitos yang mengemuka kembali setelah Gunung Kelud meletus. Hal itu dikaitkan dengan kisah Lembu Suro yang ditolak cintanya oleh seorang putri dari Kediri. Maka, bukan Blitar dan Malang yang mendapat ‘amukan’ Kelud, melainkan Kediri.
    Dan, abu vulkanik pun beterbangan ke arah barat hingga sampai Bandung. Mitos itu makin kuat dipercaya masyarakat, karena pada saat Gunung Kelud meletus 13 Februari 2014 malam, angin berhembus kencang ke arah timur. Secara logika, hal ini dirasa aneh.

    Namun, tak ada yang aneh bagi peneliti yang cermat. Tri Handoko Seto, Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan, UPT Hujan Buatan BPPT, mengatakan bahwa memang banyak yang bertanya mengapa abu vulkanik letusan Gunung Kelud justru banyak yang jatuh di wilayah barat, padahal angin sedang berhembus dari barat ke timur.

    "Memang benar bahwa kondisi angin di lapisan bawah di ketinggian sekitar satu kilo meter di atas permukaan laut bergerak dari wilayah barat ke timur. Tapi, angin di ketinggian lima kilo meter justru bergerak dari wilayah timur dan tenggara ke wilayah barat dan barat laut dengan kecepatan sekitar 10 sampai 20 knot," kata Seto, Senin (17/2).

    Seto yang juga pakar meteorologi tropis menambahkan, untuk diketahui, letusan Gunung Kelud yang berisi abu vulkanik bergerak ke atas hingga ketinggian 10 sampai 17 kilometer. Sementara lapisan atas yang berada lima kilometer di atas permukaan laut terus bergerak ke wilayah Barat. Itu yang menyebabkan hujan abu vulkanik bisa sampai ke wilayah Bandung.

    "Tapi, daerah yang paling terpapar material kerikil dan abu vulkanik yang berukuran besar tentu daerah yang berada di sekitar Gunung Kelud karena adanya dampak gravitasi," tambah Seto.

    Lalu, hingga kapan hujan abu vulkanik terus melanda? Seto menjelaskan, semuanya itu terjadi tergantung sumber abunya. Selama abu masih banyak berada di udara, maka hujan abu akan berlangsung lama. Tapi, karena sebagian besar abu sudah jatuh akibat adanya gravitasi dan hujan yang turun di beberapa lokasi di Jawa, maka selama tidak ada letusan baru hujan abu itu akan segera hilang.

    "Untuk mengantisipasi terjadi bencana serupa, BPPT siap membantu lembaga BNPB dan BNPD untuk menanggulangi masalah hujan abu vulkanik. Misalnya dengan menganalisis data-data di radar cuaca, maka akan diketahui informasi mengenai volume dan kerapatan debu vulkanik secara lebih detail. Dengan begitu para warga bisa waspada terhadap datangnya hujan abu vulkanik," tutup Tri Handoko.


     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek