Homepage > Bencana > Bencana Kebumian > Kebijakan Inklusif Harus Dikembangkan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1212
    Guest : 1212
    Members : 0

    Kebijakan Inklusif Harus Dikembangkan

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt


    Jakarta, technology-indonesia.com - Indonesia termasuk kawasan "supermarket bencana", karena secara geologi dan geografi rentan terhadap bencana alam maupun non alam. Jumlah penduduk yang terpapar dan beresiko menghadapi bencana sangat besar, terutama penduduk yang tinggal di wilayah pesisir. Karena itu perlu upaya pengurangan risiko bencana secara terpadu dan terintegrasi.

    Deny Hidayati, Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekitar 60 persen dari 260 juta penduduk Indonesia atau sekitar  155 juta jiwa tinggal di wilayah pesisir. Sekitar 17 persen atau 44 juta jiwa tinggal di sepanjang pantai.

    "Daerah pantai ini rentan terhadap bencana, karena itu kita harus melakukan upaya supaya mengurangi risiko bencana," kata Deny dalam Workshop “Applying Analytical Framework for Inclusive Policy Design” di Jakarta, Senin (28/8/2017).

    Workshop ini diselenggarakan oleh Komite Nasional MOST Indonesia di bawah Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI bekerjasama dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Workshop bertujuan mengoptimalkan hasil-hasil riset terkait pengurangan resiko bencana dan perlindungan sosial agar dapat digunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan publik secara inklusif, termasuk kelompok rentan, penyandang disabilitas dan masyarakat miskin.

    Menurut Deny, pengurangan risiko bencana atau Disaster Risk Reduction (DRR) merupakan semua upaya untuk mengurasi risiko dari bencana yang terjadi. Upaya tersebut bisa termasuk kebijakan, program maupun kegiatan untuk mengurangi risiko bencana.

    Sayangnya upaya ini belum terpadu dan terintegrasi, masing-masing instansi memiliki aturan sendiri-sendiri. Misalnya terkait penanggulangan bencana di bawah kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perlindungan sosial di Kementerian Sosial, dan adaptasi perubahan iklim di Kementerian Lingkungan dan perlindungan sosial ada di Kemensos, adaptasi perubahan iklim ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

    "Bagaimana semua itu kita integrasikan ke dalam satu kesatuan menyeluruh yang inklusif. Tidak hanya untuk kelompok tertentu, tetapi termasuk kelompok yang paling rentan, marjinal, dan kelompok yang punya kepentingan khusus. Salah satunya melalui perangkat Analytical Framework for Policy Design yang telah dikembangkan UNESCO," ucapnya.

    Arief Rahman, Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) mengatakan workshop ini merupakan suatu upaya mengoptimalkan hasil-hasil riset yang bisa mempengaruhi kebijakan dalam masalah manajemen transformasi sosial.

    "Workshop ini ingin menerapkan suatu bentuk atau kerangka analisa bagaimana sebetulnya kebijakan-kebijakan inklusivitas harus dikembangkan di Indonesia," lanjutnya.

    Arief mencontohkan beberapa hal yang tidak inklusif atau diskriminatif. Misalnya di sektor tranportasi yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Penyediaan tempat ibadah tidak memperhitungkan kalau perempuan perlu tempat ganti pakaian. Sebagai guru, Arief melihat sekolah juga harus inklusif, tidak boleh sekolah hanya untuk orang pintar semua.

    "Dalam pembinaan sosial dan pendidikan, saya pikir apa yang dikembangkan secara merata belum terjadi. Karena itu harus ada analisa kebijakan. Yang paling penting management of social transformation sangat diperlukan," pungkasnya.
     

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek