Homepage > Bencana > Bencana Kebumian > Longsor Ponorogo Berpotensi Banjir Bandang
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2042
    Guest : 2042
    Members : 0

    Longsor Ponorogo Berpotensi Banjir Bandang

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati (tengah), dalam konferensi pers pada Selasa (11/4/2017) di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta (Foto Humas UGM).
     
    Technology-indonesia.com - Jumlah korban bencana longsor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur semakin bertambah akibat longsor susulan yang menerjang pada Minggu (9/4/2017). Selain risiko longsor susulan, ada potensi terjadi banjir bandang di wilayah sekitar lokasi bencana tanah longsor.
     
    “Biasanya kalau sudah terjadi banyak longsor, selang beberapa saat disusul banjir bandang dan skala kematian bisa berlipat. Kami ingin menghindari kejadian banjir bandang ini. Ini tidak harus menjadi kebiasaan, karena hal ini bisa dicegah,” ujar Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers pada Selasa (11/4/2017) di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta.
     
    Menurut Dwikorita, banjir bandang yang mengikuti bencana longsor sangat berbahaya karena mengandung endapan longsor berupa bebatuan dan pepohonan yang dapat menghancurkan pemukiman warga. Melihat kejadian banjir bandang di Indonesia, ia mengidentifikasi beberapa gejala awal terjadinya banjir bandang, seperti bertambahnya ketinggian air sungai serta  perubahan kondisi air menjadi lebih keruh dengan membawa muatan pasir dan kerikil.
     
    “Tanda-tanda ini harus diwaspadai bersama. Semoga peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di Indonesia,” jelas Rektor UGM.
     
    Seminggu sebelumnya, Rektor UGM memimpin tim mitigasi bencana longsor UGM di Banaran, Pulung, Ponorogo. Dwikorita langsung terjun ke lokasi bencana yang merenggut korban 28 orang tersebut untuk mencari fakta riil di lapangan. Tim dari berbagai bidang ilmu ini melakukan analisis dan mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan baik di lokasi kejadian atau wilayah lain di Ponorogo. Tim juga membantu pemetaan lokasi relokasi bagi warga terdampak bencana dengan menggunakan drone.
     
    Berdasarkan pengamatan, Dwikorita menjelaskan bahwa karakteristik lereng di lokasi bencana dengan bentuk lurusan yang memotong menunjukkan gejala rawan bencana longsor dan hanya tinggal menunggu adanya proses pemicu. Ia menyebutkan air hujan sebagai salah satu pemicu yang mengakibatkan terjadinya longsor di wilayah tersebut. Meski demikian, peristiwa longsor belum tentu terjadi langsung setelah turun hujan, karena perlu proses bagi air hujan untuk meresap ke tanah. Karena itu untuk mengurangi resiko terkena longsor, ia mengingatkan agar warga tidak langsung kembali ke daerah rawan longsor setelah terjadinya hujan.
     
    “Tidak selalu begitu hujan terus langsung runtuh, karena bisa saja longsornya baru terjadi beberapa jam sesudahnya. Karena itu selesai hujan jangan langsung ramai-ramai kembali,” ujarnya.
     
    Dwikorita menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap lereng-lereng yang rawan bencana, termasuk di lokasi yang baru saja mengalami longsor. Sebab longsor yang berhenti di lahan miring masih mungkin berlanjut dan mengalami longsor susulan.
     
    “Siapa pun jangan sampai berada pada lokasi yang habis longsor, kecuali orang ahli yang sudah dilengkapi perlengkapan untuk menyelamatkan diri. Yang harus dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan. Saatnya mengalah dulu dengan alam, untuk sementara waktu meninggalkan tempat-tempat yang rawan,” papar Dwikorita.
     
    Anggota tim mitigasi bencana UGM, Bagus Bestari Kamarullah menyebutkan ketidaktahuan akan risiko pasca longsor sering kali memicu jatuhnya korban yang lebih besar.
     
    “Bencana susulan sering kali berisiko menelan korban lebih daripada bencana yang pertama. Karena saat bencana pertama masyarakat yang ingin menolong atau mencari keluarganya berkumpul di situ tanpa mengetahui barang kali ada risiko yang cukup besar,” ujarnya.
     
    Ia kembali menekankan pentingnya pemahaman akan risiko bencana serta kewaspadaan dari berbagai pihak terkait, baik dari masyarakat sekitar maupun para relawan atau petugas yang terlibat dalam proses evakuasi.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek