Homepage > Bencana > Bencana Kebumian > Pemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 850
Guest : 850
Members : 0

Pemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Bukti-bukti di Zaman Es menunjukkan peningkatan suhu bisa meningkatkan luas area air laut dengan sedikit oksigen. Rendahnya kadar oksigen membuat daya dukung terhadap kehidupan di laut menurun drastic. Lambat laun, lautan akan menjadi zona mati yang mengerikan.

Para ilmuwan, menurut Scientific American (10/2), menemukan petunjuk tentang bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kehidupan laut dengan melihat dampak pemanasan pada lautan global masa lalu. Melalui analisis data sedimen laut, para peneliti di University of California, menemukan bahwa terakhir kali planet mengalami perubahan suhu yang besar pada akhir zaman es terakhir, tingkat laut oksigen turun tajam di sepanjang tepi benua di Pasifik timur Samudra. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran tentang apakah kondisi pemanasan akan membuat bagian-bagian tertentu dari laut masih dapat dihuni oleh berbagai kehidupan laut yang membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup.

Para peneliti memfokuskan secara khusus pada daerah-daerah yang disebut zona minimum oksigen (OMZs), yang alami daerah rendah oksigen di perairan perantara tepat di bawah permukaan yang kaya oksigen. Selama periode glasial sekitar 20.000 tahun yang lalu, zona ini tidak ada. Tapi dalam lautan modern, mereka terjadi di sejumlah perairan perantara. Selama beberapa ribuan tahun setelah zaman es berakhir, hamparan oksigen rendah air mulai berkembang sampai mereka memuncak pada periode pencairan es (deglaciation) sekitar 14.000 tahun yang lalu. Di beberapa lokasi, perluasan berlangsung jauh lebih cepat, lebih kurang dari seratus tahun.

Para peneliti menganalisis data sampel sedimen inti arsip untuk memetakan konsentrasi oksigen laut dari empat daerah di Pasifik timur-dari daerah sub-Arktik turun ke khatulistiwa Pasifik. Terbesar zona minimum oksigen muncul sepanjang Humboldt Current di pantai barat Amerika Tengah dan Selatan. Wilayah oksigen sangat rendah memiliki jangkauan vertikal besar, dari 110 menjadi lebih dari 3.000 meter (10.170 kaki 360) di bawah permukaan laut. Kini zona minimum oksigen di daerah yang sama jauh lebih luas, membentang dari sekitar 100 sampai 500 meter (128 sampai 1.640 kaki) di bawah permukaan laut.

Perluasan zona beriringan dengan dinamika puncak deglaciation, menurut penelitian ini. Kepiting mati merupakan tanda awal pemanasan? Penelitian ini bisa sinyal masalah lingkungan dan ekonomi masa depan untuk daerah dekat modern zona minimum oksigen, kata Sarah Moffitt, seorang peneliti postdoktoral di Bodega Marine Laboratory Universitas California dan penulis utama studi tersebut. "Kami ingin menyajikan [penelitian] dengan cara yang bermakna bagi orang-orang melihat sistem laut di dunia modern," katanya seraya menambahkan bahwa para peneliti telah mendokumentasikan perubahan konsentrasi oksigen di pedalaman laut. "Kami ingin memahami stabilitas system kehidupan laut. Kami membutuhkan informasi tentang bagaimana sensitifitas lingkungan laut merespon perubahan suhu skala global."

Penelitian menengarai lautan sensitif terhadap perubahan iklim global. Riset juga menunjukkan bahwa sistem arus laut menjadi tidak stabil akibat dinamika itu. Penelitian sebelumnya pada tahun 2008 memperkirakan bahwa jumlah hipoksia (oksigen sangat rendah) air bisa meningkat 50 persen pada tahun 2100, dengan penurunan keseluruhan oksigen dari 1 sampai 7 persen. "Harus diakui dengan sangat baik bahwa perubahan iklim akan mengubah konsentrasi oksigen di laut," kata Francis Chan, asisten profesor di Departemen Biologi Integratif di Oregon State University yang mempelajari tingkat konsentrasi oksigen laut dekat daratan, di lepas pantai Oregon. Dia mengamati zona minimum oksigen zona minimum pada kedalaman 100-600 meter.

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Armenia
Kamis, 21 September 2017 | Setiyo Bardono

  Technology-Indonesia.com - Perayaan Hari Kemerdekaan Armenia ke 26 yang jatuh pada 21 September bertepatan dengan peringatan ke 25 hubungan bilateral Indonesia dan...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailChip Cochlear untuk Memulihkan Pendengaran
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Kabar baik bagi yang mengalami masalah pendengaran. Sebuah model implan telinga dalam (Cohlear) telah didesain dalam sebuah chip. Ukurannya jauh lebih kecil dari implan yang selama ini tersedia. Hanya [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAdiseno PhD
20/08/2010

Adiseno PhD
Bandung, 14 November 1967 Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh master di bidang teknik elektronika dari Delft University of Technology, Belanda pada 1994 yang se [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek