Homepage > Bencana > Bencana Kebumian > Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1046
Guest : 1046
Members : 0

Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Penelitian tentang nanosensor (sensor nano), salah satu produk nanoteknologi berbasis elektronik mengantar Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng meraih gelar profesor riset bidang elektronika. Dalam prosesi pengukuhan profesor riset di Jakarta, Rabu (8/6/2016), Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini menyampaikan orasi ilmiah berjudul Rekayasa Material Nano untuk Aplikasi Sensor Bersensivitas Tinggi.

Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) perlu mendapatkan sentuhan teknologi, termasuk inovasi nanoteknologi agar dapat memberikan nilai tambah yang tinggi dan menaikkan nilai ekonomi. Penguasaan nanoteknologi juga dapat meningkatkan kualitas SDM sehingga Indonesia dapat menjadi bangsa mandiri dan berdaya saing.

Dalam orasinya, Ratno memaparkan hasil riset sensor nano untuk deteksi obyek fisika, kimia, dan biologi. Hasil riset ini memberi kontribusi penting dalam pengembangan iptek khususnya nanoteknologi. Nano sensor memiliki potensi aplikasi di bidang pertanian, kesehatan, teknologi informasi, industri, dan keamanan.

Sensor merupakan perangkat yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan parameter lingkungan fisik, kimia, dan biologi. Penerapan nanoteknologi untuk sensor membuka kemungkinan ukuran sensor menjadi jauh lebih kecil. “Potensi demikian sulit direalisasikan dengan teknologi konvensional,” lanjutnya.

Menurut Ratno, banyak potensi pemanfaatan sensor nano. “Di bidang pertanian bisa membantu mengontrol agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan tidak tergantung musim. Untuk mengontrol kadar air tanah, kelembaban udara, pH, dan lain-lain dibutuhkan sensor yang sensitif. Misalkan tanaman butuh air, kemudian disuplai sehingga tanaman bisa hidup,” kata Ratno.

Sensor nano juga bisa mendeteksi secara dini hama tanaman dan penyakit tanaman sehingga pengobatannya bisa cepat dilakukan. Kehalalan bahan makanan bagi umat muslim juga bisa dideteksi secara cepat dan akurat dengan sensor nano berbasis surface plasmon resonance yang bisa membedakan jenis DNA dari unsur lemak babi dan hewan lainnya.

Di bidang kesehatan, sensor nano dapat digunakan untuk memonitor tekanan darah, detak jantung, kadar glukosa, dan lain-lain. Potensi aplikasi lainnya adalah mendeteksi virus, bakteri, dan sel yang sangat berguna di dunia kedokteran.

Sementara di bidang Informasi Teknologi (IT), pengiriman informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa resiko penyadapan menjadi harapan pengguna. Teknologi quantum cryptography berbasis sensor nano deteksi foton tunggal merupakan solusi dari permasalahan penyadapan. Sementara di bidang industri, sensor nano bisa mendeteksi kebocoran gas, tekanan, dan zat-zat kimia berbahaya dengan sensivitas tinggi.

Kendala dan tantangan dalam pengembangan nanoteknologi di Indonesia menurut Ratno antara lain pemahaman pentingnya nanoteknologi yang belum merata. Hal ini berdampak belum adanya arah pengembangan nanoteknologi yang komprehensif. Selain itu, nanoteknologi masih dianggap sebagai teknologi tinggi sehingga Indonesia lambat dalam mengejar ketertinggalan.

Ratno berharap riset nanoteknologi terutama sensor nano diarahkan pengembangannya berbasis bahan baku lokal seperti silikon, oksida timah, dan oksida seng sehingga dapat melahirkan produk-produk nano buatan dalam negeri. “Dengan demikian diharapkan akan memberikan kesejahteraan pada rakyat dan menanamkan kebanggaan pada diri bangsa,” pungkas Ratno.

Karir dan Prestasi

Pria kelahiran Bantul, Yogyakarta 17 Agustus 1973 ini selepas lulus SMA Negeri 8 Yogyakarta (1992) mendapatkan program beasiswa STAID III dari BPPT tujuan Jepang dengan keberangkatan tahun 1993. Ratno meraih gelar S1 dari Jurusan Fisika Fakultas Sains Universitas Shizuoka, Jepang tahun 1998. Dari universitas yang sama ia meraih gelar Magister bidang teknik elektronika pada 2000 dan doktor bidang material elektronika pada 2003.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Ngadirin dan Lasinem ini pernah bekerja sebagai peneliti postdoctoral di Universitas Shizuoka tahun 2003-2006. Ratno pernah bekerja sebagai Asisten Profesor di Research Institute of Electronics, Universitas Shizuoka pada 2006-2008. Pada 2008, Ratno kembali ke BPPT dan berkerja sebagai peneliti di Pusat Teknologi Material dan menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Keramik Rekayasa pada 2012-2015.

Hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam 169 karya ilmiah, meliputi 29 jurnal internasional, 20 jurnal nasional, 2 chapter books, 79 prosiding internasional, 31 prosiding nasional, 8 karya tulis ilmiah populer.

Suami dari Hidayati Tholib ini aktif di berbagai organisasi profesi seperti anggota The Institute of Electrical and Electronic Engineer (IEEE) sejak 2012, Ketua I Masyarakat Nano Indonesia (MNI) tahun 2010 - sekarang, pengurus Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) tahun 2010-sekarang, dan Ketua Institute for Science and Technology Studies (ISTECHS) cabang Jepang periode 2006-2008.

Atas prestasinya, Ratno Nuryadi menerima beragam penghargaan antara lain Young Researcher Award (2004), Peneliti Terbaik bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (2008), Penghargaan Achmad Bakrie kategori Periset Muda Berprestasi (2010), Medali Emas Adhicipta Rekayasa (2010), dan lain-lain. Ratno juga mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya X (2010), Satyalancana Wira Karya (2013), dan Satyalancana Karya Satya XX (2013) dari Presiden Republik Indonesia.

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMembumikan Jembatan Teleportasi Einstein-Rosen
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Seperti kisah di novel fiksi ilmiah, ahli fisika kini berusaha merakit sebuah ‘lubang cacing’ (wormhole) magnetik untuk menjadi wahana transportasi ajaib. Menggunakan teori ‘jembatan Einstein-Ro [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnail Liliana Yetta Pandi, Dra
16/03/2010

  Keahliannya memang tak bisa dianggap enteng. Yaitu mengkaji perangkat peraturan bidang keselamatan nuklir. Memegang kendali dalam bidang keselamatan nuklir mulai dijalani Liliana Yetta Pandi setel [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek